Kodam XVII/Cenderawasih

Tradisi Masuk Satuan Yonif 755/Yalet Jadi Kebanggaan Setiap Prajurit

Dibaca: 261 Oleh 06 Nov 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Danyonif 755/Yalet yang diwakili oleh Wadanyonif 755/Yalet Mayor Inf Harriyanto Hendrik pimpin upacara tradisi masuk satuan baru 14 personel yaitu 13 orang Tamtama dan 1 orang Bintara pada Kamis (5/11), bertempat di Lapangan Pancasila Mako Yonif 755/Yalet.

Wadanyonif 755/Yalet menyampaikan bahwa kegiatan tradisi dimulai dari penjemputan personel yang baru di Bandara Mopah Merauke yang tiba menggunakan Pesawat Sriwijaya Air dari Bandara Sentani Jayapura. Setelah dijemput dari bandara seluruh personel baru diijinkan untuk mengemasi barang bagasi untuk diangkut menggunakan Truck yang sudah disiapkan. Seluruh personel yang baru dibawa menuju Jembatan Tujuh Wali-wali Merauke. Pada saat pengecekan Kesehatan semua  personel baru diberikan kesempatan untuk menyampaikan segala keluhan tentang kesehatan agar Ton Kes Yonif 755/Yalet bisa menentukan apakah personel tersebut bisa mengikuti tradisi masuk satuan atau tidak. Setelah pengecekan selesai dilanjutkan dengan melaksanakan pemanasan dan tradisi lari jalan menuju satuan dengan jarak 12 KM menuju Mako Yonif 755/Yalet.

Personel baru akan diuji ketahanan fisik dan mentalnya dengan diberikan materi bahaya udara, merayap, guling, jungkir dan jalan Jongkok. Hal tersebut bukan semata – mata tindakan bagi anggota baru tetapi melatih fisik dan mental mereka agar siap masuk satuan. Setelah sampai di gerbang utama Mako Yonif 755/Yalet seluruh personel mengucapkan Motto Yonif 755/Yalet “KEHORMATAN SATUAN ADA DIPUNDAK KITA, PANTANG GAGAL DI MEDAN PERTEMPURAN”. Kemudian seluruh personel baru memasuki pintu gerbang dengan Langkah tegap dan disambut oleh Lokananta Yonif 755/Yalet dan seluruh prajurit Yonif 755/Yalet dengan menyanyikan lagu “Selamat Datang”.

Mayor Inf Harriyanto Hendrik juga memberikan pesan kepada seluruh personel agar tetaplah bangga menjadi bagian dari satuan Yonif 755/Yalet terus ukirlah prestasi yang terbaik untuk satuan, bangsa dan negara. Tradisi masuk satuan ini jangan dijadikan beban bagi setiap prajurit tetapi tradisi turun temurun yang bisa dikenang sepanjang berdinas dan kebanggaan setiap prajurit. (Pendam XVII/Cenderawasih)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel