Skip to main content
Satgas Pamtas

Wujud Kepedulian, Satgas Yonif Raider 142/KJ Beri Bantuan Sembako Kepada Korban Kebakaran

Dibaca: 12 Oleh 16 Mei 2022Tidak ada komentar
Wujud Kepedulian, Satgas Yonif Raider 142/KJ Beri Bantuan Sembako Kepada Korban Kebakaran
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Jakarta, tniad.mil.id – Sebagai bentuk kepedulian, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif Raider 142/KJ, melalui Pos Kanggime memberikan bantuan sembako serta makanan ringan kepada keluarga korban kebakaran, di Desa Laor, Distrik Kanggime, Kab Tolikara.

Dalam keterangan tertulis penerangan Satgas, pada Minggu (15/5/2022) Danpos Kanggime Letda Inf Ruri Pebri menyampaikan bahwa rumah yang ludes terbakar tersebut milik dari keluarga Ales Wenda (50).

Wujud Kepedulian, Satgas Yonif Raider 142/KJ Beri Bantuan Sembako Kepada Korban Kebakaran

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran rumah tersebut, namun harta benda milik korban habis dilalap si jago merah.

“Kami turut merasakan kesedihan yang dialami keluarga Ales Wenda. Demi meringankan beban korban Sargat memberikan bantuan sembako dan makanan ringan,” ujarnya.

Wujud Kepedulian, Satgas Yonif Raider 142/KJ Beri Bantuan Sembako Kepada Korban Kebakaran

Selain memberikan bantuan, tambahnya, Satgas juga mendata dan melokalisir tempat kejadian bersama dengan anggota Posramil Persiapan serta anggota dari Pos Polisi setempat.

“Semoga keberadaan TNI selalu menjadi solusi bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Sementara itu, Ales Wenda yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil Kab Tolikara, mengaku senang atas perhatian dan bantuan yang diberikan Satgas, ditengah dirinya tertimpa musibah.

Baca juga:  Satgas Kodim Maluku Utara Yonif Raider Khusus 732/Banau Berikan Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun

Wujud Kepedulian, Satgas Yonif Raider 142/KJ Beri Bantuan Sembako Kepada Korban Kebakaran

“Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Bapak Komandan sekalian,” katanya.

Lalu Wenda pun menceritakan kronologi kebakaran, dimana api berasal dari dapur, karena pagi harinya Ibu Wenda memasak makanan untuk ternak babi sekitar pukul 03.00 WIT, setelah selesai memasak kemudian melanjutkan tidur.

Sekira pukul 04.30 WIT api di dapur membesar dan membakar rumah Bapak Ales Wenda. Hal ini mungkin api tidak dimatikan secara maksimal sehingga terjadi kebakaran. (Dispenad).

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel