Kostrad

PLTMH, Inovasi Satgas Yonif R 303 Sediakan Listrik di Malinau

Oleh 16 Okt 2019 Tidak ada komentar
PLTMH, Inovasi Satgas Yonif R 303 Sediakan Listrik di Malinau
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Inovasi Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM dalam membangun bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), membantu ketersediaan listrik bagi warga masyarakat di Desa Apauping, Kecamatan Bahau Hulu.

 

Hal tersebut disampaikan, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad, Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos, M.I.Pol.,dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Rabu (16/10/2019).

 

Dikatakan Dansatgas, karya bakti pembangunan pembangkit listrik oleh tujuh personel Pos Apauping dipimpin Sertu Johanes Simaremare bersama warga ini, sudah berjalan selama kurang lebih 2 minggu sejak bulan September lalu, dan diharapkan di akhir bulan Nopember pekerjaan ini selesai.

 

“Bendungan ini nantinya dapat menggerakan mesin turbin yang kedua (sebelumnya mesin turbin yang pertama) tidak mampu menghasilkan tenaga listrik untuk mengaliri ke rumah-rumah penduduk,” ucap Taufik.

 

Mikrohidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), merupakan suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air dengan memanfaatkan air terjun anak Sungai Bahau sebagai tenaga penggeraknya.

 

Komandan SSK I, Lettu Inf Suhendra menyampaikan bahwa dengan adanya bendungan tambahan dan mesin turbin yang kedua ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga listrik yang maksimal walaupun debit air kecil di musim kemarau sehingga dapat mengaliri listrik ke rumah rumah penduduk.

 

“Kami (Satgas) melihat masyarakat di Desa Apauping sebanyak 62 KK ini masih banyak kekurangan, salah satunya adalah listrik. Semoga dengan adanya PLTMH, kedepannya dapat memberikan ketersedian listrik selama 1×24 jam,” terang Suhendra.

 

Sertu Johanes Simaremare juga menyampaikan beberapa keuntungan yang didapat dari PLTMH ini diantaranya adalah memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah terpencil, dapat dioperasionalkan oleh penduduk setempat denga sedikit latihan serta tidak menimbulkan pencemaran.

 

“Lebih penting lagi, PLTMH ini cukup murah karena menggunakan energi alam,” tandasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel