Skip to main content
Berita Satuan

394 Prajurit TNI AD Bangun Jalan di Provinsi Papua

Dibaca: 17 Oleh 14 Jun 2016Maret 30th, 2020Tidak ada komentar
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memerintahkan TNI Angkatan Darat, khususnya Zeni TNI AD untuk membangun jalan sepanjang 278,6 Km dari Wamena menuju Mamugu, Provinsi Papua. Jalan Wamena-Mamugu yang melewati daerah hutan, rawa dan ruas jalan melalui 40 sungai tersebut, sudah mulai dikerjakan sejak Januari 2016 yang melibatkan 394 prajurit TNI AD.

Selain pembangunan jalan, direncanakan dibangun 2 (dua) Dermaga di Mamugu dan Batas Batu yang nantinya kapal bisa masuk sampai 300 ton ke Mamugu dan di Batas Batu bisa masuk kapal sebesar 150 ton. Dengan akses yang terbuka, maka diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Papua.

Zeni Angkatan Darat menaruh atensi khusus pada pekerjaan pembuatan jalan Wamena-Mamugu yang merupakan prioritas utama kegiatan ditahun 2016. Desain konstruksi jalan yaitu lebar total adalah 11 meter, badan jalan 6 meter, bahu jalan 3 meter (1,5 meter kanan dan kiri) serta drainase 2 meter (1 meter kanan dan kiri). Total kekuatan yang dikerahkan jajaran Zeni Angkatan Darat sejumlah 394 orang personel dengan komposisi Pimpinan Organisasi Pelaksana 1 (POP-1) Mayor Czi Rahman Hakim yang terdiri dari Denzipur-13 /PPA Sorong dan Denzipur-12/OOH mengerjakan ruas jalan Wamena-Habema dan Habema-Mbua.

Baca juga:  Panglima TNI Tandatangani MoU TNI dengan Yayasan Binus

Sedangkan Pimpinan Organisasi Pelaksana 2 (POP-2) Letkol Czi Djoko Rahmanto dari Yonzipur-18/ YKN Kodam IX Udayana Bali mengerjakan ruas jalan Mbua-Mugi dan Mugi-Paro. Sementara Pimpinan Organisasi Pelaksana 3 (POP-3) Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E., dari Yon Zikon-14 Lenteng Agung Jakarta, mengerjakan ruas jalan Paro-Kenyam dan Kenyam-Mamugu, dengan kekuatan tiap Pimpinan Organisasi Pelaksana POP berjumlah 107 personel dan dengan semangat dan motivasi kerja yang tinggi  pekerjaan ditiap-tiap POP sudah bisa diselesaikan pekerjaanya 80%.

Hambatan yang dihadapi oleh personel TNI di lapangan yaitu sulitnya pendistribusian logistik berupa makanan, material, BBM dan lain-lain. Sementara pendistribusian tersebut dengan menggunakan helikopter karena medannya sangat sulit untuk di jangkau melawati jalur darat dan helikopter pun tergantung dengan cuaca yang tidak menentu (kabut).

Kegiatan pembangunan ruas jalan Wamena-Mamugu ini dipimpin Dirziad Brigjen TNI Irwan dan Penanggungjawab Operasional langsung dibawah pimpinan Kasad Jenderal TNI Mulyono. Sedangkan Alat berat yang digunakan dalam pembuatan ruas jalan ini terdiri dari Exavator, Dozer, Grader, Dump Truck, Tandem Roller, Tyred Roller, Vibro dan Tangki Air dengan kebutuhan pembukaan jalan berjumlah 78 unit dan pengaspalan jalan berjumlah 60 unit alat berat.

Baca juga:  Kodim Polmas Terus Kawal Swasembada Pangan di Polewali Mandar

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa membuka akses Wamena, Mbua, Paro, Kenyam, Batas Batu dan Mamugu menuju pantai selatan Papua. Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap yakni berawal dari Mamugu-Batas Batu, kemudian Batas Batu-Mugi dan terakhir Mugi-Habema. Untuk tahap pertama akan dikerjakan sepanjang 23 kilometer dan bila jalan tersebut selesai dibangun maka ruas jalan Wamena-Mamugu akan terhubung, dan di Mamugu akan dibangun pelabuhan baru untuk meningkatkan ekonomi selatan Papua.

Sementara itu, Bapak Zakarya Lokbere salah satu Tokoh Masyarakat setempat menyampaikan bahwa, waktu itu sebelum ada jalan ini, kami tinggal di belakang gunung di Goa Batu, sekarang TNI membuat jalan dan membuka jalan di daerah kami. “Saya berharap jalan ini dari Wamena ke Goa, Goa ke Mugi, Mugi ke Kenyam di Kabupaten Kenyam. Sebelum dibangun jalan kami menuju tujuan selarna 3-4 hari dengan membawa bekal makanan dan sekarang setelah dibangun jalan selama perjalanan menjadi 1 hari karena sudah bisa menggunakan mobil,” katanya. Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.

Baca juga:  TMMD Ke 112 Usung Tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel