Kodam VI/Mulawarman

Anggota Pendam VI/Mlw Nobar Film Jenderal Sudirman Bersama Wartawan

Dibaca: 8 Oleh 08 Sep 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat
Balikpapan, Anggota Penerangan Kodam VI/Mlw  yang dipimpin langsung Kapendam VI/Mlw Letkol Inf Andi Gunawan bersama-sama dengan wartawan baik media cetak dan elektronik nonton bareng (nobar) Film Jenderal Soedirman bertempat di studio XXI Balcony, Balikpapan Senin 7 September  2015.
Tujuan nonton bareng film Jenderal Sudirman ini dimaksudkan untuk lebih mengenal jatidiri, memahami dan menghayati komitmen perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam mengemban tugas pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai perjuangan yang telah dilakukan Jenderal Besar Sudirman seperti semangat pantang menyerah, rela berkorban, percaya pada kekuatan sendiri, rasa patriotisme dan nilai-nilai perjuangan lainnya tentunya patut diwarisi dan diteladani, tidak saja oleh prajurit TNI tetapi oleh seluruh rakyat Indonesia.
Film produksi Padma Pictures dan Yayasan Kartika Eka Paksi yang di sutradarai Viva Westi tersebut dibintangi sejumlah artis papan atas tanah air, seperti Adipati Dolken yang berperan sebagai Jenderal Soedirman, Mathias Muchus, Ibnu Jamil, Baim Wong dan beberapa artis lainnya.
Film berdurasi 90 menit, yang bergenre : Action, Biography, Drama, dan War dengan Sutradara Viva Westi ini, mengisahkan perjuangan heroik Jenderal Sudirman ketika memimpin gerilya untuk menghadapi agresi Militer Belanda II, sekaligus untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa TNI masih ada dan terus mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Diceritakan bahwa walaupun dalam keadaan sakit parah / paru paru tinggal sebelah dan terpaksa harus ditandu, namun dengan semangat pantang menyerah yang terus berkobar Jenderal Sudirman terus melakukan perjuangan dan perlawan dari dalam hutan. Bersama pasukannya dan dukungan rakyat, Jenderal Sudirman bergerilya keluar masuk hutan, dengan berpindah-pindah tempat serta menjadikan Pulau Jawa sebagai medan perang gerilya yang luas.
Taktik perang gerilya yang dilakukan bersama rakyat, akhirnya Jenderal Sudirman dan pasukannya berhasil membuat Belanda kehabisan waktu dan logistik serta frustasi, sehingga memaksa Belanda sepakat melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel