Skip to main content
Satgas Pamtas

Bagikan Kenangan Kaos Loreng, Anggota Satgas Yonif 144/JY Ajak Main Gasing Anak di Perbatasan

Dibaca: 1 Oleh 14 Nov 2021Tidak ada komentar
Bagikan Kenangan Kaos Loreng, Anggota Satgas Yonif 144/JY Ajak Main Gasing Anak di Perbatasan
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id- Anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/JY mengajarkan anak-anak permainan gasing di Desa Muakan Petinggi Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat sekaligus memberikan cinderamata berupa kaos loreng kenang-kenangan dari Satgas.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Letkol Inf Andri Suratman dalam keterangan tertulisnya di Pos Kotis Badau Minggu (14/11/2021).

Kegiatan permainan tradisional gasing ini harus dilestarikan atau disebut juga Pangkak dalam bahasa Dayak Sebaruk, sebagai upaya untuk menjauhkan anak-anak dari pengaruh negatif perkembangan teknologi yang berkembang pesat zaman sekarang ini.

Bagikan Kenangan Kaos Loreng, Anggota Satgas Yonif 144/JY Ajak Main Gasing Anak di Perbatasan

“Anak-anak sekarang banyak bermain handphone, game online dan nonton film yang belum cukup umur ketimbang belajar. Untuk menghindari hal tersebut kita perkenalkan bermain gasing sebagai pengganti bermain Handphone dan dan game online dan bagikan baju kaos loreng, kaos motif Bengkulu ,buku tulis dan coklat, di dalam permainan gasing ini terkandung kerja sama dan kekompakan”, ucapnya.

Dikatakan salah satu anak Dayak Sebaruk Adit menuturkan, dirinya dan teman-temannya sangat senang sekali bermain gasing ini dan diberikan hadiah kaos loreng dari personel Satgas.

“Terima kasih banyak atas diberikan baju kaos loreng, kaos Bengkulu, buku dan coklat, jadi kami tambah bersemangat, bisa main bersama-sama, ” tukasnya.

Bagikan Kenangan Kaos Loreng, Anggota Satgas Yonif 144/JY Ajak Main Gasing Anak di Perbatasan

Serda Arisco mengatakan, warga di perbatasan sering membuat gasing atau penyebutan namanya Pangkak, yang terbuat dari kayu bentuk lonjong dengan ujung yang lancip.

“Gasing dililitkan tali lalu dilemparkan secara bersamaan, jika gasingnya berhenti berputar maka itulah yang kalah. Kegiatan ini untuk mengedukasi anak-anak untuk mengetahui permainan tradisional yang harus dilestarikan serta di dalamnya terdapat kebersamaan dan kekompakan, ” tegasnya.

Banyak ragam dan budaya yang terdapat di Indonesia termasuk permainan gasing ini yang masih dimainkan dari generasi ke generasi, seiring dengan perkembangan zaman modern dan teknologi yang canggih permainan ini harus dilestarikan.(Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan