Berita Satuan

Biaya Kesehatan Mahal, Warga Lebanon Berobat Gratis ke Satgas Indobatt UNIFIL

Dibaca: 6 By 14 Des 2019Tidak ada komentar
Biaya Kesehatan Mahal, Warga Lebanon Berobat Gratis ke Satgas Indobatt UNIFIL
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Mahalnya biaya rumah sakit dan obat-obatan membuat pengobatan gratis yang diberikan Satgas Indobatt UNIFIL ramai dikunjungi warga Lebanon Selatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Indobatt XXIII-M/UNIFIL, Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya dalam rilis tertulisnya di El Edaisse Lebanon Selatan. Sabtu (14/12/2019).

Dikatakan Arfa, beberapa program kesehatan telah dilakukan, untuk memberi layanan kepada warga Lebanon Selatan yang berada dalam AOR (Area of Responsibility) Indonesia Battalion.

“Antara lain bimbingan kesehatan (Medical Assistance) dan layanan kesehatan di Kantor Pemerintah Daerah, sekitar 50 pasien ditangani pada setiap minggunya dan semuanya itu gratis tanpa dipungut biaya apapun (Medical Camp),” ujarnya.

“Seperti fasilitas kesehatan yang dimiliki Rumah Sakit LV-I Husada di Markas Batalyon, selain memberikan pelayanan bagi prajurit juga melayani warga lokal yang berada disekitar Camp,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Dansatgas, secara dislokasi, semua kompi terpisah dari Markas Batalion yang berada di Adchit Al Qusayr Lebanon Selatan.

“Kompi A berada di Al Edaisseh, Kompi B di Marjayoun, Kompi C di Alman. Kompi-kompi tersebut juga memiliki kemampuan untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga yang datang maupun hanya meminta dukungan obat,’’ ucapnya.

Baca juga:  Sambut HJK ke 72, Kodim 0721 Gelar Pengobatan Massal Gratis

“Selain itu, Satgas juga memiliki Tim Kesehatan Mobile, yang terdiri dari Dokter dibantu Bintara Kesehatan (Bakes) dan Tamtama Kesehatan (Takes) dengan cara mendatangi pasien dari rumah ke rumah,” jelas Arfa.

Lanjutnya, hal positif terlihat dari jumlah pasien yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Hal ini tentunya sangat membantu warga, dihadapkan dari mahalnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan masyarakat,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Tim Kesehatan Lettu CKM (K) Putri Amanda Toboe mengatakan, pasien dewasa yang berobat rata-rata mengeluhkan sakit flu, diabetes, hipertensi dan pusing.

“Sementara untuk anak-anak banyak yang terkena sakit batuk, pilek dan demam,” ujarnya.

“Selain orang dewasa dan anak-anak, kita juga sering menangani pasien yang memerlukan pertolongan pertama akibat kecelakaan kerja ataupun kecelakaan lalu lintas,’’ terangnya.

Menurutnya, pelayan kesehatan yang diberikan kepada warga merupakan tugas dan tangung jawab Satgas sebagai Peacekeepers.

“Melalui tugas kemanusiaan ini, kita berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi warga Lebanon Selatan,’’ pungkasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel