Skip to main content
Satgas Pamtas

Cegah Abrasi Pantai, Satgas Yonmek 643/Wns dan Warga Bangun Tanggul Penahan Abrasi Di Pantai Perbatasan

Dibaca: 0 Oleh 17 Des 2021Tidak ada komentar
Cegah Abrasi Pantai, Satgas Yonmek 643/Wns dan Warga Bangun Tanggul Penahan Abrasi Di Pantai Perbatasan
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id– Guna mencegah abrasi pantai, 6 personel Pos Camar Bulan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns dipimpin Serda Yohanes bersama masyarakat membangun tanggul penahan abrasi di pantai Maludin, Dusun Maludin, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Hal ini dikatakan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Kabupaten Sanggau. Jumat (17/12/2021).

Cegah Abrasi Pantai, Satgas Yonmek 643/Wns dan Warga Bangun Tanggul Penahan Abrasi Di Pantai Perbatasan

Dansatgas mengatakan proteksi pantai yang didesain utk memproteksi daratan dari abrasi yang ditimbulkan oleh aktivitas gelombang serta semakin tinggi air laut yang merembes ke daratan yang disebabkan dari berubahnya iklim yang tajam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membangun tanggul penahan abrasi.

Lebih lanjut diterangkannya, fungsi tanggul tersebut sebagai penahan gelombang pasang laut agar tidak mencapai jalan umum dan pemukiman yang ada di sekitar pantai Maludin. Penahan abrasi itu dibangun dengan susunan batu-batu besar dengan tinggi tiga meter dari muka level air laut.

Cegah Abrasi Pantai, Satgas Yonmek 643/Wns dan Warga Bangun Tanggul Penahan Abrasi Di Pantai Perbatasan

“Tanggul penahan abrasi ini dibangun sebagai upaya untuk mencegah adanya abrasi pantai dan menjamin keamanan warga sekitar pantai,” ucap Dansatgas.

Di tempat terpisah, Herman (43) salah satu warga Dusun Maludin mengucapkan terima kasih atas bantuan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns untuk mencegah abrasi di pantai Maludin, apalagi sekarang sudah musim ombak besar.

“Semoga tanggul ini dapat menahan abrasi di pantai Maludin dan rumah kami dapat terhindar dari bahaya banjir ataupun tersapu ombak,” ujarnya (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan