Kodam II/Sriwijaya

Jangan Terpengaruh Paham Sesat Gafatar

Dibaca: 77 Oleh 27 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Palembang, Prajurit dan PNS Kodam II/Swj, ditekankan untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi oleh adanya paham radikal, seperti Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) maupun ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang belakangan ini sedang menjadi sorotan masyarakat terkait sejumlah aktifitas menyimpang. Gafatar maupun ISIS merupakan organisasi terlarang yang melakukan aktifitas keagamaan, namun sesungguhnya menyimpang dari ajaran agama dengan berbagai kedok, seperti melalui kegiatan sosial.

Demikian disampaikan Irdam II/Swj Kolonel Inf Suko Basuki ketika memberikan pengarahan kepada prajurit dan PNS Kodam II/Swj pada apel Minggu Militer, Rabu, (27/1/2016) bertempat di lapangan Apel Makodam II/Swj, Palembang.

Ditambahkan oleh Irdam II/Swj bahwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) sejak tahun 2007 yang lalu telah melarang Ormas GAFATAR. Demikian juga berdasarkan surat Ditjen Kesbangpol Kemendagri Nomor 220/3657/D/III/2012 tangga 20 November 2012 telah menyatakan bahwa Gafatar merupakan Ormas terlarang.

“Oleh sebab itu, para prajurit dan PNS Kodam II/Swj jangan sampai terindoktrinasi oleh paham sesat Gafatar. Beri pemahaman kepada anak, istri, keluarga maupun lingkungan di sekitar kalian, jangan sampai ikut atau tergabung dengan paham radikal Gafatar maupun ISIS, karena bertentangan dengan ideologi Pancasila maupun ajaran Agama”, tandas Kolonel Suko Basuki.

Pada kesempatan tersebut, Irdam II/Swj juga mengingatkan seluruh Prajurit dan PNS Kodam II/Swj agar memanfaatkan kesempatan minggu militer untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit, khususnya bidang pengetahuan dasar keprajuritan dan peraturan militer dasar, seperti tata cara menghormat yang benar sesuai ketentuan.

Pada bagian lain arahannya, dalam menyikapi tuntutan hidup yang semakin meningkat, Irdam mengingatkan prajurit untuk hidup sederhana dan berhemat, sesuai penghasilan atau gaji yang diterima, jangan berlebihan, boros dan konsumtif.

“Negara sudah memberikan kesejahteraan yang cukup, untuk itu kelola penghasilan dengan baik, pasti cukup. Jangan hidup berlebihan dan hutang di sana sini, demi gengsi, karena itu (masalah ekonomi) dapat awal terjadinya pelanggaran seperti desersi”, imbuhnya.

Selesai apel pagi, seluruh prajurit Kodam II/Swj melaksanakan kegiatan minggu militer, dengan materi Longmalap (Pertolongan Pertama Lapangan) oleh Personel Kesdam II/Swj tentang bagaimana penanganan dan pemberian pertolongan pertama bagi personel yang sakit, korban tempur atau kecelakaan secara cepat dan tepat. (Pendam II/Swj).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel