Skip to main content
Pasukan Garuda

Jenazah Peacekeeper Indobatt Serka Iwan Santoso Dipulangkan ke Tanah Air

Dibaca: 2887 Oleh Nandang Hermawan23 Feb 20141 komentar
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat
(Lebanon, 21/2/2014) Jenazah peacekeeper Indobatt, Serka Iwan Santoso menurut rencana hari ini pada pukul 1645 diterbangkan ke Indonesia melalui bandara Rafic Hariri, Beirut Lebanon.
 Suami dari Ny. Dwi Mulya Setiawati yang merupakan anggota dari Batalyon Infantri Linud 305 Karawang ini sempat disemayamkan selama tiga malam di International Funeral Home di Beirut.
Almarhum Serka Iwan meninggal di Hammoud Hospital, Saida pada hari Selasa 18 Feb pukul 1945 waktu setempat dikarenakan sakit. Serka Iwan dalam kesehariannya di Satgas Indobatt XXIII-H/UNIFIL menjabat sebagai Wakil Komandan Regu (Wadanru) tim patrol Kompi Delta yang dipimpin oleh Lettu Inf Alex Donald selaku Komandan Kompi (Danki) Delta.
Sebelum jenazah alm Serka Iwan dipulangkan ke tanah air, terlebih dahulu dilaksanakan upacara pelepasan sekaligus penghormatan terakhir dari pasukan yang tergabung sebagai Peacekeeper yang bertugas di bawah UNIFIL (United Nation Interim Forces In Lebanon).
Upacara pelepasan jenazah dilangsungkan di Apron VIP Bandara Rafic Hariri, Beirut pada tadi siang pukul 11.25 waktu setempat dengan dihadiri oleh Sector East Commanding Officer Brigjen Francisco Jose Dacoba, Duta Besar RI untuk Lebanon Bapak Dimas Samoedra Rum, Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Adipati Karna, Komandan Satgas Indobatt XXIII-H/UNIFIL Letkol Inf M.Asmi dan beberapa tamu undangan lainnya dari negara sahabat yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
“Hari ini merupakan hari yang berat bagi kita semua karena salah satu rekan kita sesama peacekeeper di Lebanon telah meninggal dunia dan harus kembali mendahului dari kita semua,” tutur Brigjen Francisco Jose dalam sambutan singkatnya.
Atas jasa-jasanya sebagai peacekeeper, alm Serka Iwan Santoso dianugerahi tanda jasa kehormatan berupa UN Medal dari pihak United Nation dan LAF Medal dari pihak Lebanese Armed Forces. Authentikasi: Perwira Penerangan Konga XXIII-H/UNIFIL, Lettu Adm Kiki Setiawan,S.T.

Gabung dalam diskusi 1 komentar

  • GHERIYA ZAHIRA berkata:

    Assalamualaikum wrb wb. Salam hormat saya Gheriya Zahira selaku anak kandung Serka Iwan Santoso yang telah berpulang pada tanggal 18 Februari 2014 di Lebanon bertepatan beliau sedang menjalankna tugasnya.
    Dengan tujuan saya menyampaikan hal ini bukan untuk mencari masalah atau memperebutkan sesuatu secara berlebihan. Saya hanya ingin mendapatkan kejelasan dan pengakuan atas hak saya sebagai anak kandung almarhum.
    Selama ini saya sering merasa tidak dianggap dan tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan apa pun yang berkaitan dengan almarhum, termasuk mengenai hak ahli waris. Padahal, terlepas dari bagaimana hubungan dan keadaan yang terjadi selama ini, darah dan status saya sebagai anak kandung tidak pernah berubah.
    Terlampirnya dari berita ini ternyata saya Gheriya Zahira tidak tercantumkan sebagai anak kandungnya. Karena itu, saya ingin meminta penjelasan secara terbuka dan jujur sebenarnya hak ahli waris itu ke mana dan bagaimana pembagiannya dilakukan. Saya tidak meminta lebih dari yang seharusnya menjadi bagian saya, tetapi saya juga tidak ingin terus diperlakukan seolah tidak memiliki hak apa pun.
    Saya berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik, adil, dan tanpa saling menyakiti. Sebab yang paling berat bukan hanya tentang materi, tetapi tentang perasaan saya Gheriya Zahira menjadi anak kandung yang selama ini seperti tidak dianggap ada.

Kirim Tanggapan