Kodam I/Bukit Barisan

Kodam I/BB Dan Marsyarakat Laksanakan Shalat Idul Adha 1436 H

Dibaca: 86 Oleh 25 Sep 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Kasdam I/BB Brigjen TNI Cucu Somantri dan segenap warga Makodam I/BB melaksanakan Sholat Idul Adha1436 H bersama masyarakat sekitar bertempat di lapangan apel Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Kamis (24/9).

Selaku Khotib Mayor Inf H. Jalaluddin Dalimunthe, M.HI., dalam khutbahnya mengatakan Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti. Tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yang beriman. Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tiada yang patut di sembah kecuali Allah. . Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Sayyidu Al Anbiyâ Wa Al Mursalîn, Rasulullah Muhammad SAW, beserta keluarga, para shahabatnya, dan seluruh umatnya yang senantiasa menaati risalahnya. Secara fitrah, manusia memiliki kecendrungan rasa cinta terhadap sesuatu. Diantara perwujudannya adalah kecintaan. jadikan sisa umur ini menjadi orang yang benar-benar terpesona kepada-Mu, menjadi orang yang selalu merindukan-Mu, menjadi orang yang tak bisa melupakan-Mu. Jadikan hari-hari yang kami jalani hari-hari yang sibuk berbekal pulang kepada-Mu. Selamatkan orang tua kami ya Allah, tiada berhenti kami mendoakan keduanya, darah dagingnya melekat ditubuh kami. Shalihkan yang belum shalih, muliakan yang terhinakan Islamkan yang belum Islam, kasi sayangilah keduanya dengan Rahman dan Rahimu

Lebih lanjut Khotib Mayor Inf H. Jalaluddin Dalimunthe, M.HI.,menyampaikan Siapakah “Ismail” kita itu. Mungkin sekali “Ismail”- kita adalah seorang manusia; bisa anak, istri, suami, orang tua atau siapa saja. Bisa pula harta benda, pangkat, jabatan atau kedudukan. Bisa juga “Ismail”-kita berupa ideologi dan pandangan hidup yang tidak bersumber dari nilai-nilai tauhid. “Ismail”-nya Ibrahim as adalah Ismail As, anaknya sendiri, buah hatinya. Dan saat Ibrahim dihadapkan pilihan sulit itu, setan dengan cepat memanfaatkan kesempatan. Dalam rupa seorang lelaki tua –seperti riwayat Ibnu Katsir dalam Tafsirnya dari Abu Hurairah ra, setan berusaha menggoda Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail agar mengabaikan perintah Allah itu. Ibrahim yang tahu bahwa lelaki tua itu adalah setan, segera mengusirnya. Ketegasan Ibrahim mengusir setan yang terus menggoda itulah spirit yang semestinya diresapi oleh para jamaah haji saat melempar jumrah di Mina yang melambangkan kebencian dan perlawanan terhadap pengaruh setan. Dengan tauhid itu, marilah kita tetap teguh memegang ketentuan halal dan haram, dan di saat yang sama tidak mudah terdorong melakukan pelanggaran terhadap syariah-Nya. Bila prinsip ini dilanggar, mungkin saja berbagai macam keinginan dalam hidup kita itu bisa diraih, tapi pasti akan membawa keburukan, dan pasti juga akan menjauhkan kita dari cinta dan ridha Allah SWT.

Dalam keterangan Kabintaldam I/BB Letkol Caj Muftil Umam menyampaikan seusai shalat Idul Adha dilanjutkan pemotongan qurban. Adapun qurban sapi sejumlah 15 ekor dan kambing sebanyak 33 ekor yang akan diberikan kepada masyarakat sekitar Makodam I/BB dan kaum duafa.

Hadir Kasdam I/BB Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Para Danyon BS, Perwakilan Batalyon BS, Wakil Ketua Persit KCK PD-I/BB beserta pengurus dan Masyarakat sekitarnya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel