Skip to main content
Berita Satuan

Kostrad Klaim Mulai Pembersihan Internal

Dibaca: 4 Oleh 26 Feb 2016Maret 8th, 2016Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

M Sabrar Fadhilah

Kadispen TNI-AD

TNI Angkatan Darat khususnya Kostrad menyatakan mulai melakukan pembersihan internal terkait kasus penggerebekan di Perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Kadispen TNI AD Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah mengemukakan salah satu pembersihan yang dilakukan ialah melalui tindak pencegahan berupa tes urine secara tiba-tiba kepada aparat TNI. “Tes urine tidak dilakukan berkala agar pelaku x tidak mempersiapkan diri untuk menghindari tes, kata Sabrar. Terkait penggerebek¬an di Perumahan Kostrad, Senin, tanggal 22 Februari 2016, Intel Kostrad pun dikatakan melakukan tes urine kepada 146 personel. Delapan prajurit Kostrad diduga terlibat kasus tersebut, yakni Serda Z, Serka K, Serma E, Serma S, Sertu AS, Kopka N, Kopka B, dan Pratu A.

Jika terbukti terlibat, sanksi berat akan dilakukan berupa pemecatan dan tidak menghilangkan pidananya. Namun, saat ini masih proses pemeriksaan di internal Kostrad, kata Sabrar.

Menurut pengamatan Media Indonesia, di lokasi penggerebekan Perumahan Kostrad, kemarin, tidak terlihat pengamanan khusus oleh petugas kepolisian maupun TNI. Tidak terlihat pula garis polisi yang lazim terpasang di lokasi terjadinya kasus tindak pidana.

Baca juga:  TNI Gandeng Kemenkes Bangun Desa

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti seusai rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Rabu, tanggal 22 Februari 2016, menyatakan 33 orang ditangkap terkait penggeledahan di Perumahan Kostrad. Di antara ke 33 orang itu, disebutkan Kapolri, terdapat  19 personel TNI,  5 anggota Polri, dan 9 warga sipil termasuk seorang anggota DPR RI.

Dalam rapat terbatas, Presiden memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga ikut turun tangan memberantas narkoba, karena narkoba menjadi rangking pertama persoalan besar di Indonesia.

Jaksa Agung HM Prasetyo pun menegaskan, kemarin, pihaknya sangat serius memerangi narkoba dan hukuman mati atas terpidana kasus narkoba terus dilakukan.

Perang melawan narkoba, menurut Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, sangat berat jika ada aparat hukum yang terlibat. Karena itu, ia meminta aparat jangan ada yang membekingi tempat-tempat peredaran narkoba.       (Sumber: HU Media Indonesia)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel