Skip to main content
Kodam I/Bukit Barisan

Lestarikan WBTB, Kodim 0303 Meriahkan Pembukaan Festival Lampu Colok di Bukit Batu

Dibaca: 24 Oleh 18 Apr 2023Tidak ada komentar
Lestarikan WBTB, Kodim 0303 Meriahkan Pembukaan Festival Lampu Colok di Bukit Batu
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) secara resmi membuka malam Festival Lampu Colok yang dipusatkan di jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (17/4/2023).

Pelaksanaan festival menggunakan ribuan bahkan belasan ribu lampu colok alias obor kecil yang dirupakan menjadi bentuk Masjid dan lainnya ini diselenggarakan guna melestarikan warisan budaya tak benda (WBTB) Kabupaten Bengkalis, lantaran telah ditetapkan beberapa waktu lalu oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Memeriahkan kesempatan itu, Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor. Arh. Sudiyono mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0303 Bengkalis turut serta membuka resmi festival tersebut mendampingi Bupati Bengkalis, Kasmarni dan jajaran lainnya.

Memegang obor memanjang yang terbuat dari ruas-ruas bambu, Mayor Sudiyono turut menyulutkan lidah api ke sumbu Lampu Colok menandai dimulainya lomba yang bertepatan dengan malam ke-27 Ramadhan atau kerap disebut malam 7 Likur jelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

Baca juga:  Kasdam I/BB Menerima Bantuan Toba Go Green Dari PT. Inalum

“Kodim 0303 Bengkalis turut mendukung pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya tak benda Lampu Colok di malam tujuh likur ini. Sebagaimana kita tahu, Lampu Colok adalah warisan budaya tak benda asli atau khas asal Negeri Junjungan yang sangat mencerminkan kebudayaan lokal serta wujud semangat masyarakat yang dilambangkan dengan kobaran api pada ribuan Lampu Colok,” kata Mayor Sudiyono.

Terlebih di era kemajuan zaman nan pekat dengan kontaminasi digitalisasi, Kasdim 0303 Bengkalis ini ajak seluruh masyarakat untuk ikut serta melestarikan WBTB Lampu Colok agar dapat diwariskan sampai kepada keturunan bahkan generasi penerus di masa mendatang.

“Jangan sampai warisan budaya ini lekang dan usang digerogoti waktu. Makanya, kita harus selalu galakkan Festival ini dari waktu ke waktu. Bila perlu, bisa dimuat dalam khazanah muatan lokal pembelajaran di sekolah, jadi makna WBTB tetap dapat diwariskan dengan baik dan awet sampai kapanpun dan dalam kondisi apapun,” tukasnya. (Dispenad)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel