Berita Satuan

Lewati Perkebunan Sawit Yang Berlumpur, Dokter Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Obati Warga Perbatasan RI-Malaysia

Dibaca: 17 Oleh 19 Okt 2020Tidak ada komentar
Lewati Perkebunan Sawit Yang Berlumpur, Dokter Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Obati Warga Perbatasan RI-Malaysia
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Dengan melewati areal perkebunan sawit yang berlumpur, dokter Satgas Pamtas Yonif 623/BWU beserta tim kesehatan komando taktis di Nunukan melanjutkan pengobatan gratis menuju Pos Gabma Seimanggaris yang terletak di Kampung Dayak, Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan.

Dalam rilisnya di Nunukan, Senin (19/10/2020) Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU Letkol Inf Yordania, S.I.P., M.Si mengatakan rangkaian kegiatan pengobatan door to door yang dilaksanakan dokter Satgas merupakan sumbangsih Satgas Pamtas Yonif 623/BWU dalam membantu warga perbatasan RI-Malaysia khususnya warga Seimanggaris untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

“Kegiatan pengobatan door to door diharapkan dapat membantu warga desa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Satgas dan merupakan wujud sumbangsih kami Satgas Pamtas Yonif 623/BWU kepada warga perbatasan RI-Malaysia khususnya di Kecamatan Seimanggaris,” ujar Dansatgas.

Pengobatan gratis ini dilaksanakan di Balai Desa Semaenre Semaja, Kec. Seimanggaris, Kabupaten Nunukan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Semaenre Semaja, Rosni (28) ikut menghadiri kegiatan ini dengan mengundang warga desa yang mempunyai keluhan sakit agar berobat bersama dokter Satgas Pamtas Yonif 623/BWU.

Warga yang berobat pada kesempatan ini berjumlah 18 orang dengan keluhan yang beragam dari sering sakit kepala, gatal-gatal, sakit tenggorokan, batuk dan penyakit lainnya

Dokter Buje yang merupakan dokter Satgas dalam keterangannya menyampaikan bahwa keluhan sakit yang diderita warga desa Semaenre Semaja rata-rata kepala sakit di bagian belakang dan gatal-gatal.

“Kebanyakan dari pasien yang berobat kepada kami hari ini mengeluh sakit kepala bagian belakang dan setelah kami ukur tekanan darahnya, kami diagnosa menderita tekanan darah tinggi, bisa dari keturunan dan bisa dari pola makan,” kata dr. Buje.

Pada kesempatan tersebut Jumria (35) mengatakan, kegiatan pengobatan ini sangat membantu warga desa Semaenre Semaja, lebih lagi langsung ditangani oleh dokter karena selama ini mereka hanya berobat pada mantri desa yang ada di Puskesmas Pembantu.

Rosni sebagai Kepala Desa Semaenre Semaja ketika ditanya tanggapannya atas kegiatan pengobatan gratis ini menyambut baik kegiatan ini.

“Saya sebagai Kepala Desa Semaenre Semaja sangat menyambut baik kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU karena selama desa ini berdiri tahun 2013, baru kali ini ada pengobatan di desa kami yang dilakukan oleh dokter Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia,” kata Rosni.

Harapan dari Rosni ke depannya agar kegiatan ini lebih rutin dilakukan oleh tim kesehatan satuan tugas pengamanan perbatasan karena sangat membantu warga di perbatasan RI-Malaysia di wilayah Seimanggaris.

“Semoga ke depannya kegiatan pengobatan yang dilaksanakan ini dapat terus diselenggarakan oleh Satgas agar pelayanan kesehatan bagi warga kami dapat dapat terpenuhi,” imbuh Rosni. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel