Berita Satuan

Mahasiswa Kurang Bela Negara

Dibaca: 69 Oleh 01 Sep 2015Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 memang menuntut masyarakat berpikir global. Namun, rasa nasionalisme dan bela negara tidak boleh ditinggalkan. Sayangnya, semangat bela negara itu kurang mengena, terutama di kalangan mahasiswa.

Rektor Universitas Mercu Buana Arissetyanto Nugroho mengungkapkan hal itu. Dalam konteks mahasiswa baru, misalnya. Pada tahun akademik 2015-2016 ini, pihaknya menerima 6.650 mahasiswa baru dari berbagai jurusan. Mayoritas  didominasi mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis serta fakultas ilmu komunikasi. Jumlahnya mencapai 1.200 mahasiswa. Hanya sebagian kecil atau sekitar 500 mahasiswa yang memilih fakultas teknik.

Padahal, fakultas teknik yang memiliki dasar jurusan teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, teknik industri, dan teknik arsitektur itu bisa memperkuat pengembangan teknologi dan alat pertahanan negara.

Jadi, kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyelenggarakan pameran alutsista (alat utama sistem pertahanan),  katanya dalam penyambutan mahasiswa baru kemarin, tanggal 31 Agustus 2015.

Acara  tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Pihaknya memberikan inspirasi dan motivasi kepada para mahasiswa. Dia menjelaskan, tidak arif jika menyikapi kondisi perekonomian dengan menyalahkan faktor-faktor luar atau internasional. Sudah saatnya, lanjut dia, bangsa Indonesia berfokus memperbaiki diri. Memperbaiki daya tahan tubuh, memperkuat imun dengan nasionalisme, dan membenahi diri, katanya.

Dia berharap kejadian-kejadian yang dialami bangsa Indonesia, termasuk krisis ekonomi yang melanda, bisa menjadi awal kebangkitan bangsa Indonesia. Termasuk awal transformasi untuk menjadi bangsa yang hebat. Caranya, masyarakat harus berani berinisiatif. Bukan inisiatif yang biasa.  Karena bangsa kita sudah kusut, idenya harus out of the box, tuturnya lantas disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Sejak 2014-2024, UMB ikut berkontribusi membangun bangsa dalam bidang pendidikan dan penelitian. Tahun ini, UMB menyediakan dana sekitar Rp 16 miliar untuk penelitian dan sarana laboratorium. Menurut Aris, UMB akan mendorong kajian dalam menghasilkan paten dalam bidang kemaritiman.

Bidang-bidang kajian yang akan dikembangkan itu, antara lain, teknik sipil yang diharapkan bisa membangun sistem transportasi modern.  Selain itu, teknik mesin digunakan untuk mengembangkan industri pengolahan produk perikanan dengan sistem yang lebih mutakhir.

Bidang kajian teknik mesin dan elektronika juga digunakan untuk mengembangkan sumber energi. Demikian juga bidang teknik komputer dari komunikasi. Keduanya akan dikembangkan demi pemutakhiran sistem komunikasi laut dan sistem pemantauan laut modern.  Melalui pameran tersebut, kita bisa tahu sejak dini karya-karya dan modernisasi alutsista, kata Danrem 052/WKR Kol Kav M. Zamroni.

Kemarin, banyak stan yang memamerkan alat-alat sistem utama pertahanan. Antara lain, stan Yonkaf-7/Sersus, Yonif Mekanis 203/Arya Kamuning, Polisi Militer Kodam Jaya, dan Batalyon Armed 7/105 GS Kodam Jaya. Masing-masing menyajikan alutsista yang berbeda. Misalnya, kendaraan tempur panser V-150, panser Tarantula produksi Korea Selatan, panser 6×6 Anoa-2, dan towed gun.

Siti Nur Aini, salah seorang siswi kelas XII SMK Kebudayaan, Jakarta Barat, tampak tertarik dengan beragam kendaraan tempur tersebut. Salah satunya adalah meriam tarik atau towed gun. Dia makin tertarik saat petugas di stan Batalyon Armed 7/105 GS Kodam Jaya menjelaskan senjata tersebut.

Y. Suhendra, dari stan Batalyon Armed 7/105 GS Kodam Jaya, menerangkan bahwa meriam itu digunakan untuk memburu musuh yang berkelompok. Saat ada aba-aba dari tim peninjau yang melaporkan kedatangan musuh, tim pengisi amunisi akan melakukan pengisian. Baja tutup dibuka untyk memasukkan amunisi,  skala diatur, dan siap ditembakkan,  katanya.

Aini yang hadir bersama teman-temannya pun sangat mengapresiasi. Tak heran jika mereka memperhatikan fungsi alat tersebut dengan seksama.  Kami jarang lihat alutsista. Jadi, ini adalah kesempatan bagus. Kami jadi tahu gimana tentara-tentara kita bertugas,  kata cewek yang lantas berfoto  bersama teman-temannya di depan meriam tarik. (Sumber: HU Jawa Post)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel