Satgas Pamtas

Melalui Penyuluhan Home Industry, Satgas Yonif 512/QY Ajak Masyarakat Olah Hasil Pertanian

Dibaca: 19 Oleh 07 Sep 2021Tidak ada komentar
Melalui Penyuluhan Home Industry, Satgas Yonif 512/QY Ajak Masyarakat Olah Hasil Pertanian
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Berbagai kegiatan penyuluhan digelar secara bertahap dan berlanjut oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY, seperti penyuluhan Home Industry yang kali ini digelar oleh Pos Arso XIII tentang proses pembuatan bawang goreng kemasan kepada para petani bawang merah di Kampung Naramben, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom Papua.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/9/2021)

Dijelaskannya, penyuluhan Home Industry tersebut digelar agar dapat membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para petani bawang merah di Kampung Naramben.

“Dengan berbekal ilmu yang cukup dan cara yang tepat, pengolahan hasil panen akan menjadi pemasukan tambahan yang besar di tengah masa pandemi Covid-19 bagi para petani bawang merah tersebut, ” ungkapnya.

Sementara itu, Danpos Naramben Lettu Inf Suwandi mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan Home Industry dapat berjalan dengan lancar dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan.

Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan yang digelar, salah satu petani bawang merah yang hadir, Eko (37), mengucapkan terima kasih atas ilmu yang telah dibagikan.

Melalui Penyuluhan Home Industry, Satgas Yonif 512/QY Ajak Masyarakat Olah Hasil Pertanian

Hasil panen bawang merah milik warga Kampung Naramben yang melimpah menjadi pendorong Lettu Inf Suwandi untuk mengajak masyarakat membuka wirausaha baru dengan memproduksi bawang goreng kemasan.

Eko menjelaskan dengan ilmu yang telah diberikan akan menjadi bekal bagi para petani di Kampung Naramben untuk membuka wirausaha baru dengan hasil yang menjanjikan.

Lettu Inf Suwandi Juga mengungkapkan dengan hasil panen milik sendiri, para petani tidak akan kesusahan dalam mencari bahan untuk di diolah.

“Kami mengajak masyarakat memproduksi bawang goreng kemasan karena stok bahan diperoleh dari hasil kebun sendiri, jadi tidak perlu beli bahan dari orang lain, ” ungkapnya

Lanjut Lettu Inf Suwandi mengatakan, perlu tambahan sedikit modal untuk pengolahan dan proses pengemasan.

“Akan tetapi nantinya hasil dari penjualan bawang goreng kemasan akan berkali lipat, dibandingkan dengan penjualan bawang merah yang tidak diolah, ” pungkasnya.(Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel