Kodam V/Brawijaya

Nobar Film Pangbes Sudirman di Golden 21 Theater Kediri

Dibaca: 62 Oleh 01 Sep 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Kediri ( 01/09 ), Berjuang adalah sesuatu yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, keinginan untuk meraih dan mendapatkan sesuatu adalah dasar untuk melakukan perjuangan dan pengorbanan. Hal yang sungguh sangat jauh dari cernaan akal sehat manusia ketika bermimpi namun tidak melakukan upaya agar mimpi itu menjadi nyata. Dalam kamus bahasa indonesia kita dapati kata berjuang memiliki arti memperebutkan sesuatu dengan tenaga dan fikiran , berperang untuk merebut kemenangan serta berjerih payah dalam mencari keuntungan.

Demikianlah gambaran singkat, inisiatif Kodim 0809/Kediri dalam menggelar Nonton Bareng Film Jenderal Sudirman di Golden 21 Theater Kediri , pada Senin 31 Desember 2015 dengan tujuan untuk memantapkan Rasa, Semangat dan Jiwa Kebangsaan.

 Hadir gelaran nonton bareng tersebut adalah  Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Purnomosidi, Kasdim Mayor Arh Triya Ruhyatna , para Pasidim Kediri, serta 69 anggota PEPABRI / PPAD / LVRI , 115 pelajar SLTA , 230 anggota FKPPI dan 46 angota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang  Kodim 0809, serta anggota Kodim 0809/Kediri.

Inti sinopsis dari Film Jendral Sudirman yang bernuansa Heroic dan Action tersebut, adalah gambaran Gigihnya perjuangan pasca kemerdekaan bangsa Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda I dan II, bagaimana Panglima besar Jendral Sudirman memimpin Gerilya dalam menghadapi penjajah Belanda guna mempertahankan kemerdekaan RI.

Berbagai tantangan yang sangat menyulitkan para Gerilyawan pimpinan Jendral Sudirman, dari terbatasnya peralatan tempur, logistik, tantangan medan, kesehatan Pak Dirman sendiri yang sedang kritis saat itu, tekanan – tekanan psikologis pada prajuritnya, semua itu tidak pernah menyurutkan semangat Pak Dirman dalam memimpin gerilya demi melawan tentara Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan RI.      Strategi tempur yang handal, kerelaan untuk mengorbankan segenap jiwa raga dan harta benda yang dimilikinya, serta dukungan keluarga,  benar – benar telah membuatnya menjadi sosok pahlawan yang sulit dicari duanya, apalagi dia adalah sosok pahlawan yang sangat religious, meski di medan tempur, Pak Dirman ternyata selalu taat untuk beribadah diawal datangnya waktu – waktu Sholat, dan kapanpun beliau selalu menjaga Wudhu, dan itulah nilai – nilai luhur yang patut ditauladani oleh generasi penerus bangsa dalam berjuang mengisi kemerdekaan.

Nonton Bareng tersebut dibagi dalam 2 gelombang ,agar memberikan kesempatan masyarakat untuk ikut menyaksikan film tersebut, tanpa harus kehabisan tiket.( Penrem 082/CPYJ )

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel