Kodam II/Sriwijaya

Pangdam II/Swj dan Kapolda Sumsel Tatap Muka Dengan Tokoh Lintas Agama Sumsel

Dibaca: 10 Oleh 02 Jun 2021Tidak ada komentar
Pangdam II/Swj dan Kapolda Sumsel Tatap Muka Dengan Tokoh Lintas Agama Sumsel
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M., melaksanakan kegiatan tatap muka dan silaturahmi dengan tokoh lintas agama se-Sumatera Selatan dengan tema, “Silaturahmi Kamtibmas Pangdam II/Swj dan Kapolda Sumsel Dalam Rangka Mewujudkan Sumsel yang Aman, Damai dan Sehat”, Rabu (2/6/2021).

Dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam II/Swj, kegiatan tatap muka dan silaturahmi yang diselenggarakan di Ball Room – 1 Hotel Aryaduta Palembang tersebut dihadiri juga Danrem 044/Swj Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, S.I.P., S. Sos., dan para pejabat utama TNI-Polri Sumsel, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel Prof KH Aflatun Muchtar, Ketua FKUB, Kadinkes Provinsi Sumsel Dra. Lesti Nuraini, APT, M.Kes., Kepala BPBD Prov Sumsel H. Iriansyah, Kakanwil Kemenag Prov Sumsel Dr Drs H Muklisudin, S.H., M.A., Habib Naupal Muhammad Syahab, K.H DR Kemas Badaruddin, para tokoh lintas agama Provinsi Sumsel.

Pangdam II/Swj dan Kapolda Sumsel Tatap Muka Dengan Tokoh Lintas Agama Sumsel

Mengawali sambutannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M., dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin. Ucapan selamat juga disampaikan kepada saudara yang beragama Kristen dan Budha yang telah merayakan Kenaikan Isa Al Masih dan Hari Raya Waisak.

Kapolda juga mengaku mewakili Gubernur Sumsel dari pihak Pemerintahan, mengucapkan terima kasih kepada tokoh Sumsel yang telah menjaga Sumsel dalam slogan kita zero konflik, dan ini merupakan peran dari tokoh agama dan tokoh masyarakat Sumsel yang telah berperan penting dalam mewujudkan ini semua.

Kapolda juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penduduk Sumsel terkait dengan adanya pos penyekatan dan pembatasan ibadah bukan pelarangan ibadah dikarenakan untuk kebaikan bersama, karena Sumsel sekarang masih masuk dalam 11 besar dalam penyebaran Covid-19. Walaupun ada kenaikan di beberapa daerah dalam Provinsi namun masih bisa dikendalikan.

Pangdam II/Swj dan Kapolda Sumsel Tatap Muka Dengan Tokoh Lintas Agama Sumsel

“Kita berkumpul di sini untuk mensyukuri dan mengevaluasi serta untuk menghadapi permasalahan kedepan serta silaturahmi ini juga untuk menyatukan persepsi kita agar bisa memecahkan suatu masalah dan bisa menyelesaikannya secara bersama-sama, masalah besar akan menjadi kecil apabila kita bersatu, “ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi mengucapkan terima kasih karena sudah bisa bersilaturahmi dengan tokoh agama Sumsel merupakan bagian penting dalam menjaga Kamtibmas.

“Saat ini kita berkumpul dengan organisasi berbeda namun dengan tujuan yang sama dan untuk mewujudkan itu semua kita bungkus dengan kerja sama, ” ungkap Pangdam.

Pada kesempatan tersebut Pangdam II/Swj mengharapkan kepada yang hadir bahwa, TNI-Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya bersama tokoh agama adalah penegak protokol kesehatan dan menjadi contoh bagi masyarakat. “Kita wajib mendukung program Pemerintah Provinsi Sumsel, ” kata Pangdam.

Pangdam II/Swj dan Kapolda Sumsel Tatap Muka Dengan Tokoh Lintas Agama Sumsel

Kegiatan dilanjutnya dengan paparan singkat Kapolda Sumsel tentang situasi Kamtibmas mulai bulan Januari s.d. Mei 2021 Kamtibmas pada tahun 2021 dengan menurunnya kasus curat dan meningkatnya kasus penggelapan dan penipuan dampak pandemi Covid-19.

Adapun data perkembangan pandemi Covid-19 saat ini terjadi peningkatan secara nasional dalam kematian sebesar 5,6 persen.

Polda Sumsel saat ini telah mengeluarkan aplikasi Songket yang memudahkan dalam membantu TNI dan Polri jika terjadi kebakaran lahan dan hutan di wilayah Sumsel. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel