Kodam XVII/Cenderawasih

Pangdam XVII/Cenderawasih : Natal Mengajak Kita Berkorban Untuk Orang Lain, Karena Kita Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah

Dibaca: 7 Oleh 11 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian menggelar perayaan Natal Bersama anggota Kodam XVII/Cenderawasih serta keluarga besar Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) yang digelar di Kediaman Pangdam pada Minggu 10 Januari 2016.  Perayaan Natal bersama tersebut menginspirasi Jemaat Kristiani untuk meningkatkan kualitas hubungan manusia dengan sang pencipta, bukan hanya dalam bentuk ibadah, tetapi juga dalam bentuk menjaga perilaku sosial.

Perayaan Natal Bersama dibuka dengan paduan suara  dari Gereja Katedral yang membawakan lagu-lagu rohani sebagai pesan moral bagi umat manusia. Pada kesempatan ini Pangdam  juga memberikan arahan dan pembinaan mental kepada anggota Kodam dan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan Natal bersama. Pangdam menyampaikan dalam memaknai Natal, saya mengajak jemaat untuk menjaga pola hidup terutama di kalangan anak muda, untuk senantiasa mencintai kehidupan Yusuf dan Maria.”Natal mengajak kita berkorban untuk orang lain di sekitar kita, sejalan dengan tema yang diangkat pada perayaan tahun ini yaitu “ Hidup bersama sebagai keluarga Allah”, jelas Pangdam. Lebih lanjut Pangdam menyampaikan bahwa hidup bersama sebagai keluarga Allah mengandung pesan utama kita adalah satu keluarga. Sebagai anggota keluarga, kita masing-masing mempunyai tanggungjawab untuk menjadikan hidup bersama di bumi ini semakin baik, bukan hanya tanggung jawab untuk keselamatan manusia, tetapi juga untuk keutuhan seluruh ciptaan. Untuk mewujudkan tanggungjawab itu dalam perutusan kita sebagai warga negara dan bangsa Indonesia serta sebagai umat kristiani Indonesia dipanggil untuk berteguh hati melaksanakan tujuan Allah hadir di dunia, yaitu menciptakan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan. Kita bertanggungjawab mewujudkan keluarga Allah yang damai, rukun, adil dan saling menerima dalam keberagaman. Kita perlu membangun kesadaran bersama bahwa setiap makhluk ciptaan Allah memiliki hak-hak dasar yang harus dihormati, hak hidup yang harus dilindungi, dan hak-hak orang perorangan serta bersama yang harus dipenuhi dan diwujudkan. Demikian pula, kita diingatkan bahwa umat kristiani tidak hidup sendiri sebagai komunitas tertutup di dunia ini. Gereja hidup berdampingan dengan komunitas-komunitas lain. Perbedaan pandangan dan cara menjalani kehidupan, seringkali menimbulkan gesekan-gesekan bahkan konflik antar kelompok, golongan, ras/suku dan agama, sehingga hubungan antar umat dan antar warga menjadi kurang harmonis. Tidak sedikit orang menguras habis alam demi meraup keuntungan. Hal itu menyebabkan hubungan manusia dengan sesamanya dan dengan alam terganggu. Menjadi tugas kita bersama untuk memperbaiki relasi yang rusak itu. Kita harus mengupayakan terwujudnya bumi yang satu ini sebagai “rumah kita bersama”, “ kata Pangdam.

Dalam semangat kelahiran Yesus kita diajak untuk menanam, menyiram dan memelihara kehidupan semua makhluk ciptaan di bumi pertiwi ini, supaya semua makhluk dapat hidup bersama sebagai keluarga Allah dengan damai, adil dan bercukupan,” pesan Pangdam mengakhiri ceramahnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel