Kodam VI/Mulawarman

Danrem 091/Asn : Pola Kepemimpinan Nabi Muhammad Saw

Dibaca: 31 Oleh 11 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat
Samarinda.(08/01) Danrem 091/ASN Brigjen TNI Teguh Arief Indratmoko melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama anak-anak yatim piatu Pondok Pesantren Harapan Baru Samarinda, Rabu malam 6  Januari  2016.
 
Acara tersebut diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 21 sampai ayat 22 yang dilantunkan oleh Praka Emis Mopili Kima Korem 091/ASN  dengan sari tilawah Serda Muji Nurcahyo Kibant Yonif 611/Awang Long.
Dalam sambutannya Danrem 091/ASN Brigjen TNI Teguh Arief Indratmoko menyampaikan bahwa sifat Nabi Muhammad SAW harus dijadikan suri tauladan sebagai pemimpin yaitu Kepribadian yang tangguh dan kepribadian serta akhlak terpuji dan Kepribadian yang Sederhana.
Danrem 091/Asn juga menyampaikan bahwa beliau (Rasulullah SAW) mengajarkan pada umatnya untuk hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Ini bukan berarti beliau mengerjakan kemiskinan pada manusia, tetapi beliau menyuruh umat Islam untuk selalu tampil sederhana dengan melakukan sedekah pada orang lain dan saling membantu.
Sikap hidup sederhana Nabi Muhammad SAW beliau tunjukkan dalam hidup sehari-harinya. Entah dalam keadaan damai ataupun perang di antara para pengikutnya atau di antara orang-orang kafir yang menjadi musuh-musuhnya Nabi Muhammad SAW dan selalu menjadi teladan.
Beliau memperlakukan orang dengan penuh kesopanan dalam semua kesempatan. Setelah memperoleh kemenangan beliau lebih sederhana, peramah dan pemurah hati, bahkan memberikan maaf dan pengampunan pada musuh-musuhnya.
Sementara itu, penceramah Ustadz H. Junaidi Maksum pimpinan Pondok Pesantren Harapan Baru Samarinda dalam penyampaian tausiahnya mengulas secara mendalam tentang Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah yang benar-benar menjadi idaman setiap manusia, utusan Allah yang sempurna dan seimbang, yang cita-cita dan tindakannya merupakan perwujudan sifat-sifat Allah yang luhur.
Sebagai utusan Allah yang terakhir dan terbesar kedatangan Nabi Muhammad SAW telah diramalkan dan diberitahukan oleh para rasul sebelumnya, yakni tentang siapa kelak yang akan menerima wahyu terakhir dan yang tersempurna.
Ustadz juga menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini sebagai momentum meneladani bagaimana ahlak Nabi Muhamad SAW, dalam menjalankan kepemimpinan menerapkan pola-pola kepemimpinan yang sangat dianjurkan oleh Islam. Pola-pola kepemimpinan yang dimaksud adalah Human relation (hubungan kemanusiaan), Memelihara suasana dialogis dan Keteladanan (uswatun hasanah) dan amar makruf nahi munkar.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel