60" TNI AD

Pelatihan “Technology Smart Helmet” Kepada Tim Operasional Akmil, Seskoad, Mabesad, Secapa dan RSPAD Gatot Soebroto I 60” TNI AD

Dibaca: 64 Oleh 30 Mei 2020Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Menanggapi arahan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam pengoperasian alat helm pendeteksi suhu tubuh guna penanganan Covid-19. Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad) Mayjen TNI Dr. Tugas Ratmono, Kamis (28/05/2020), memberikan pelatihan bersama mitra penyedia alat kepada tim yang akan mengoperasikan helm tersebut.

“Alat ini namanya smart helmet, sangat bermanfaat dan sangat praktis jaraknya sekitar (8-10 meter), kita bisa deteksi suhu dari orang-orang, suhu ekstrim akan lebih nyata dilihat, akan terlihat di sensor helm dan akan di record. Tentunya hal ini akan membantu tindak lanjut cepat untuk orang-orang yang suhunya diatas normal,” ujar Kapuskesad.

Menurut Bapak Ari (PT. Pasifik Global Integrasi), untuk pengoperasiannya, bisa satu orang pegang satu helmet, cuma dengan menggunakan laptop, ada satu personel lagi yang bisa monitoring, mirroring apa yang dilihat oleh petugas yang menggunakan helm.

Terdapat 5 unit helm yang akan didistribusikan menurut arahan Kasad. Masing-masing alat tersebut rencananya pada hari Jumat (29/5/2020) akan tiba di tempat yang sudah ditetapkan setelah pelatihan tim operasional dilakukan.

Baca juga:  PRAJURIT YONIF 511 BERANGKAT PENUGASAN PAMTAS RI-PAPUA NUGINI

Dengan adanya alat ini diharapkan dapat membantu penanganan serta memperoleh hasil yang lebih baik dalam situasi merebaknya virus Covid-19 saat ini.

“Pelatihan ini sangat penting untuk teman-teman di lapangan, semoga dengan tambahnya peralatan khususnya dalam teknis kedokteran atau kesehatan ini akan membuat penanganan atau pelayanan kesehatan khususnya di dalam pandemi Covid-19 ini akan lebih berkualitas dan lebih untuk bisa memutus mata rantai penularan dan mendeteksi secara dini, sehingga siapapun yang dicurigai untuk kemungkinan tertular ini akan segera diatasi dan tidak menularkan ke yang lain. Yang sehat tetap sehat yang sakit jangan menjadi lebih berat dan meninggal,’’ pungkas Mayjen TNI DR. Tugas Ratmono.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel