Kodam V/Brawijaya

Penguatan Mental Generasi Muda Dalam Menghadapi Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

Dibaca: 22 Oleh 02 Sep 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Malang, Selasa (1/9) Universitas Brawijaya Malang mengadakan Stadium General/Kuliah Umum Bersama kepada mahasiswa baru dengan tema “RANGKAIAN JELAJAH ALMAMATER PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS” yang digelar di gedung Samanta Krida, GOR Pertamina dan Sport Center Universitas Brawijaya Malang dengan menghadirkan pemateri Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan lebih dari 13.000 mahasiswa baru.

Sebelum dimulainya stadium general, mahasiswa menyaksikan tarian remong yang diperagakan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya Malang. Hadir mendampingi Panglima TNI dalam Kuliah Umum tersebut Panglima Kodam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Sumardi, Aster Panglima TNI dan Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Fajar Setyawan, S.Sos.

Mengawali paparan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan materi tentang “ ANCAMAN NYATA BANGSA INDONESIA DAN CARA MENGATASINYA”. Bangsa ini harus siap menghadapi berbagai tantangan jika ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045. Berbagai gejala yang mengarah pada perang tersebut bahkan sudah mulai tampak, salah satunya melalui perang proxi (proxy war) yaitu perang dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain tidak bisa melihat siapa lawan atau kawan dan untuk berperang melalui berbagai aspek (IPOLEKSOSBUD) dan aspek lainnya.

Pemaparan perang proxy ini dinilai penting, sebab meledaknya jumlah penduduk diiringi semakin berkurangnya cadangan pangan, air bersih dan energi menyebabkan timbulnya konflik dalam suatu negara termasuk Indonesia. Perang jenis ini dinilai lebih berbahaya dari perang konvensional yang cenderung memiliki karakter face to face antara dua kekuatan yang berkepentingan langsung.

Agar negara ini tidak mudah terprovokasi oleh negara asing, Indonesia mempunyai modal yang kuat yaitu ideologi Pancasila yang mengajarkan cara berdemokrasi lebih sehat, bertanggungjawab dengan menggunakan nurani, logika dan akal pikiran. Benang merah kekuatan dan keberhasilan bangsa selama ini adalah semangat gotong royong. Untuk itu, mahasiswa harus mendorong dan menggelorakan semangat gotong royong ke seluruh lapisan masyarakat. Kita perlu mewujudkan kesamaan persepsi tentang ancaman dan solusi oleh semua komponen masyarakat karena motornya adalah pemuda.

Nilai-nilai luhur bangsa Indonesia “ Back to the basic ” merupakan cinta dan peduli kepentingan Negara harus menjadi kepentingan tertinggi di atas segala-galanya. Adanya individu-individu yang kaya belum tentu membuat Negara menjadi sejahtera, tetapi Negara yang kaya dan dikelola secara arif dan bijaksana akan membuat rakyatnya menjadi sejahtera. Semua pemimpin dari semua strata harus banyak berbuat dan beraksi, bukan hanya bicara.

Diakhir paparan, Panglima TNI berpesan kepada mahasiswa Universitas Brawijaya Malang agar menjadi warrior-warrior dalam menghadapi proxy war dan perang apapun yang mengganggu stabilitas keamanan bangsa dan negara serta menggunakan akal pikiran, pengetahuan dan hati nurani hanya untuk keutuhan NKRI. Jadilah tokoh dan tauladan serta sadari bahwa anda adalah panutan dan tempat bertanya sehingga tugas utamanya adalah belajar dengan tekun untuk meraih cita-cita. Adapun kunci untuk meraih mimpi yaitu dengan great prayer, great dreamer, target focus, optimist, action, flexible, great networking, keep learning dan do by heart.

“Selamat Berjuang Meraih Mimpi Untuk Berbakti Pada Ibu Pertiwi”
Berbuatlah Terbaik, Berani, Tulus dan Ikhlas.

Hadir dalam acara tersebut Pangdam V/Brw, Rektor Universitas Brawijaya, Danlanud Malang, Danlanal Malang Wakil Rektor I sampai IV Universitas Brawijaya Malang, Wakapendam V/Brw, Para Asisten Kodam V/Brw, Kasrem 083/Bdj dan Dandim 0818/Kab. Malang-Batu serta Dandim 0833/Kota Malang. Kemudian acara diakhiri dengan sesi Tanya Jawab dan foto bersama. (Penrem 083/Bdj)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel