Skip to main content
Kodam VI/Mulawarman

Percepat Penurunan Stunting, Pangdam VI/Mlw Dikukuhkan Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting Oleh Gubernur Kaltim

Dibaca: 126 Oleh 27 Sep 2022Tidak ada komentar
Percepat Penurunan Stunting, Pangdam VI/Mlw Dikukuhkan Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting Oleh Gubernur Kaltim
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Jakarta, tniad.mil.id – Dalam rangka mendukung program percepat penurunan stunting di wilayah Kalimantan, Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan Ketua Persit KCK Daerah VI/Mlw Ny. Rahma Tri Budi Utomo, dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting oleh Gubernur Kaltim Dr. H. Isran Noor., M.Si., di RS TK II Dr. R. Hardjanto Balikpapan, Senin (26/9/2022).

Dalam keterangan Penerangan Kodam VI/Mulawarman, pengukuhan tersebut ditandai dengan penyematan selempang oleh Gubernur Kaltim yang disaksikan oleh Irdam VI/Mlw Brigjen TNI Bambang Indrayanto, Kepala Perwakilan Badan Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Dr. Sunarto, SKM., M.Adm., KP., dan Walikota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud S.E., M.E.

Dikatakan Pangdam dalam sambutannya bahwa perbaikan status kesehatan dan gizi ibu hamil maupun pra-hamil merupakan program strategis dalam meningkatkan kualitas SDM 3 generasi kedepan, karena kedaruratan dampak Stunting terhadap kualitas SDM Indonesia.

“Status gizi dan kesehatan remaja putri sebelum memasuki kehamilannya sangat penting dalam melindungi periode 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Sehingga pada masa ini sangat penting bagi tumbuh kembang buah hati dan dapat menentukan perkembangan kecerdasan secara jangka Panjang,” ujar.

“Sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting tentu kami akan selalu melakukan pendampingan dengan memberikan edukasi sebagai salah satu solusi untuk menekan pertambahan jumlah anak Stunting di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara” tegas Pangdam

Pangdam menyebut bahwa pengukuhan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting memiliki tantangan yang berat sehingga perlu melibatkan semua komponen masyarakat untuk bekerja sama secara bersinergi dalam menjalankan tanggung jawab ini.

Oleh karena itu, lanjut Pangdam, dirinya akan membuka ruang dan peluang kepada semua pihak untuk selalu berkomunikasi tentang hal-hal yang terkait penanganan stunting di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, serta mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun komitmen, dan bekerja melalui aksi nyata dimana setiap komponen masyarakat harus berperan aktif untuk ikut berkontribusi memberikan bantuan terhadap para penderita stunting.

Usai kegiatan, Pangdam berkesempatan peninjauan lapangan pelayanan KB Kesehatan yaitu pelayanan Implan dan Recovery MOW, serta meninjau poli anak khususnya poli tumbuh kembang yang merupakan layanan komprehensif dalam rangka pengentasan stunting di RS TK II Dr. R. Hardjanto. (Dispenad).

Kirim Tanggapan