Berita Satuan

Pindah Lokasi, Keberadaan 2 WNI Sulit Dideteksi

Dibaca: 19 Oleh 18 Sep 2015Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Keberadaan dua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata Papua mulai sulit terdeteksi. Posisi Sudirman, 28, dan Badar, 20, disebut-sebut sudah menjauh dari tempat pertama kali kasus penyanderaan itu mencuat yakni daerah Skoutio,  Provinsi Sandaun,  Papua Nugini (PNG).

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memastikan bahwa dua sandera WNI itu saat ini dibawa kelompok penculik masuk lebih dalam ke wilayah PNG. Hal itu diungkap dari foto-foto yang dikirim Konsul RI di Vanimo (PNG) ElmarLubis.

Pemerintah dan tentara PNG  masih terus berupaya membebaskan para sandera yang keberadaannya belum diketahui dengan pasti. Kami cuma bisa menunggu upaya pembebasan yang dilakukan PNG.  Para penculik sudah membawa masuk kedua tawanannya ke wilayah PNG,  katanya.

Sudirman dan Badar disandera kelompok bersenjata sejak 9 September.  Peristiwa itu berawal ketika lima warga Indonesia yakni Sudirman, Badar, Syarifudin, Yani, dan Kibo tengah menebang kayu di Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.   Tiba-tiba mereka didatangi tujuh orang bersenjata laras panjang dan panah. Dua orang pekerja,  Syarifudin dan Yani, berhasil melarikan diri, sementara Kibo, tewas ditembak.  Sedangkan Sudirman dan Badar diculik dan dibawa kawanan bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut ke wilayah PNG hingga saa tini.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu)  menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia dan Pemerintah PNG telah bekerja sama dengan prinsip saling menghormati dalam menangani kasus penyanderaan ini.  Sejak terjadi penculikan, Konsul Indonesia di Vanimo telah bekerja sama dengan otoritas di sana (PNG), kata Juru Bicara Kemlu Armanatha Nasir di Jakarta kemarin.

Dia juga menyebutkan bahwa pasukan TNI  sudah berada dan bersiap di daerah perbatasan Indonesia PNG.  Mereka akan segera bergerak membantu bila diminta pihak PNG.  TNI sudah siap di border (perbatasan)  bila sewaktu-waktu dibutuhkan.  Kami sudah menekankan kepada Pemerintah Papua Nugini bahwa apa pun yang dibutuhkan, Indonesia siap memberi bantuan,  kata dia.

Mengenai permintaan pihak OPM untuk pertukaran antara sandera dan tahanan OPM di Indonesia, Armanatha mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia tidak membahas soal barter dalam upaya pembebasan dua WNI. (Sumber: HU Seputar Indonesia)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel