Berita Satuan

Prajurit Satgas Yonif MR 411 Rayakan Natal di Perbatasan RI-PNG

Dibaca: 8 Oleh 27 Des 2019Tidak ada komentar
Prajurit Satgas Yonif MR 411 Rayakan Natal di Perbatasan RI-PNG
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA tniad.mil.id — Merayakan Hari Natal di medan tugas yang jauh dari keluarga tercinta, tetap memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Serda Oktavianus Komi Moensaku dan 28 prajurit lainnya yang tergabung dalam Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad.

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Distrik Eligobel, Merauke, Papua, Kamis (26/12/2019).

Dansatgas mengungkapkan, personel Satgas yang beragama Nasrani berjumlah 29 orang melaksanakan ibadah Natal di Gereja-gereja yang berada di sekitar pos, salah satunya adalah Serda Oktavianus Komi anggota Pos Bupul 12 yang merayakan Natal bersama Jemaat Gereja Katolik Kristus Raja di Kampung Baidub, Distrik Ulilin.

“Walaupun merayakan Natal jauh dari keluarga tercinta yang berada di Kota Salatiga, suka cita dan semangat para prajurit yang sedang bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini tetap penuh damai dan cinta kasih di bumi Cendrawasih,” ucap Rizky.

Sambungnya, tak hanya Serda Oktavianus Komi saja yang merayakan Natal di medan tugas, namun ada 28 personel lainnya yang merayakan Natal bersama dengan umat Nasrani di sekitar posnya, yang tersebar di 22 Pos jajaran Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad di sepanjang sektor Selatan Kabupaten Merauke, Papua.

Baca juga:  Gatot: Pengadaan Pesawat Harus Baru

Abituren Akmil tahun 2003 tersebut menyampaikan ucapan, Selamat Hari Natal kepada segenap prajurit yang merayakannya, jadikan perayaan Natal di medan tugas ini sebagai kebanggaan dan kehormatan. Selalu semangat dan motivasi yang tinggi dalam menjaga kedaulatan NKRI tercinta ini.

Sementara itu Serda Oktavianus Komi mewakili rekan-rekan lainnya yang merayakan Natal mengatakan, Natal di medan tugas, tetap berbahagia walau jauh dari keluarga dan hanya bisa berkomunikasi melalui telepon, karena masih bisa merayakan Natal bersama warga di Kampung Baidub dan merasakan kedamaian seperti berada di rumah sendiri.

“Walau jauh dari keluarga, merayakan Natal di daerah penugasan seperti ini memiliki makna tersendiri, kita dapat berbagi kebahagiaan dengan warga di perbatasan yang sudah kami anggap sebagai keluarga besar,” pungkasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel