Satgas Pamtas

Satgas Yonif 742 Ajarkan Kerajinan Bambu Kepada Masyarakat Perbatasan

Dibaca: 34 Oleh 09 Mei 2021Tidak ada komentar
Satgas Yonif 742 Ajarkan Kerajinan Bambu Kepada Masyarakat Perbatasan
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Salah satu upaya untuk meningkatkan dan menambah keterampilan masyarakat di perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY mengajarkan kerajian pembuatan kursi dan meja dari bambu kepada masyarakat Desa Nualain Kecamatan Lamaknen Selatan Kabupaten Belu.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, dalam rilis tertulisnya Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, (8/5/2021).

Satgas Yonif 742 Ajarkan Kerajinan Bambu Kepada Masyarakat Perbatasan

Dikatakan Dansatgas, dalam pembuatan kerajinan bambu yang diajarkan oleh pesonel Pos Lakmars di Gereja Santo Gerardus itu, masyarakat diberikan pengetahuan secara teori tentang cara mengukur, memotong, melubangi dan merakit bambu.

“Selanjutnya, dilakukan praktek di mana masyarakat mencoba membuat kursi dan meja. Dan ternyata masyarakat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini,” ucapnya.

Dansatgas berharap dengan diajarkannya kerajinan dari bambu ini, masyarakat bisa mengembangkan sendiri sesuai dengan ide dan kreativitas dari masing-masing, seperti dibuat menjadi rak TV, lemari bambu, lopo-lopo bahkan rumah dari bambu.

Satgas Yonif 742 Ajarkan Kerajinan Bambu Kepada Masyarakat Perbatasan

“Semoga ini bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di daerah perbatasan,” harap Dansatgas.

Sementara itu, Romo Aktavianus Taek mengapresiasi upaya Pos Lakmars yang mengajari tehnik pembuatan kursi dan meja dari bambu kepada masyarakat yang di gelar di Gereja Santo Gerardus tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus dan memberikan manfaat bagi masyarakat karena memiliki keterampilan yang tidak semua orang memiliki.

“Kami berharap, para pemuda di sini dapa memanfaatkan keterampilan ini untuk mengisi waktu sehingga dapat mengurangi pergaulan yang merugikan diri sendiri ,dan juga menghasilkan keuntungan secara finansial,” pungkas Romo Aktavianus Taek. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel