Berita Satuan

Satgas Yonif RK 744 Lakukan Penghijauan di Perbatasan RI-RDTL

Dibaca: 12 Oleh 05 Feb 2021Tidak ada komentar
Satgas Yonif RK 744 Lakukan Penghijauan di Perbatasan RI-RDTL
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Peduli terhadap kelestarian lingkungan di daerah penugasannya, personel Pos Motaain Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB bersama Komunitas Belu Hijau, RSU Gabriel Manek dan warga, melakukan penghijauan berupa penanaman pohon di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, NTT, Kamis (04/02/2021).

Dikatakannya, penanaman pohon-pohon itu dilakukan pada tempat-tempat yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor, seperti di lereng yang terdapat di jalan Desa Fatuketi.

“Selain sebagai wujud kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan, penanaman pohon ini juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor,” katanya.

“Pohon-pohon yang sudah ditanam ini harus dirawat dan dijaga, agar tumbuh dengan baik dan subur, sehingga dapat berfungsi dan bermanfaat seperti yang kita inginkan bersama,” lanjutnya.

Melalui kegiatan yang dilakukan bersama ini, Dansatgas mengharapkan dapat lebih mempererat kebersamaan antara Satgas Yonif RK 744/SYB dengan semua elemen masyarakat yang berada daerah penugasannya.

“Semangat kebersamaan ini sangat penting, terutama dalam upaya semua pihak untuk menjadikan daerah ini lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Satgas Yonif RK 744 Lakukan Penghijauan di Perbatasan RI-RDTL

Di tempat terpisah, Frans (45) salah satu anggota Komunitas Belu Hijau, sangat senang karena dapat terlibat dalam kegiatan penghijauan bersama-sama Satgas Yonif RK 744/SYB.

“Sangat senang dan terima kasih kepada Satgas, karena telah mengajak komunitas kami dalam penghijauan ini. Kegiatan ini sangat positif dan akan memberikan banyak manfaat bagi pelestarian alam, dan pencegahan bencana tanah longsor di desa kami ini,” pungkas Frans. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel