Satgas Pamtas

Sempat terhalang Roadblock Saat Kunjungi Distrik Bolakme, Dansatgas Yonif 751/ VJS Ingatkan Keberagaman

Dibaca: 2 Oleh 01 Jul 2021Tidak ada komentar
Sempat terhalang Roadblock Saat Kunjungi Distrik Bolakme, Dansatgas Yonif 751/ VJS Ingatkan Keberagaman
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Dalam kunjungannya ke wilayah Distrik Bolakme, rombongan Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS sempat terkendala akibat akses jalan yang tertutup tumpukan batu (roadblock) oleh warga setempat sebagai bentuk protes kepada Pemda setempat. Melalui mediasi dan pendekatan persuasif akhirnya akses jalan kembali normal.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi, S.I.P., dalam keterangan tertulisnya, di Jayapura, Papua, Rabu (30/6/2021).

Sempat terhalang Roadblock Saat Kunjungi Distrik Bolakme, Dansatgas Yonif 751/ VJS Ingatkan Keberagaman

Dijelaskan Dansatgas, dalam perjalanannya di wilayah Distrik Bolakme, rombongan Satgas Yonif 751/VJS yang dipimpin oleh Dansatgas terhenti karena akses jalan yang dilalui kendaraan terhalang oleh tumpukan batu (roadblock). Melihat hal tersebut seketika rombongan turun dan melakukan mediasi dengan masyarakat yang berada di sekitar area penutupan akses jalan tersebut.

“Setelah kita lakukan pendekatan secara persuasif dengan warga, akhirnya akses jalan dibuka,” katanya.

Ditanya alasan dilakukannya penutupan jalan tersebut, salah satu warga mengatakan bahwa hal ini sebagai salah satu bentuk protes warga terhadap pemerintah daerah setempat.

“Ini merupakan bentuk aksi protes masyarakat terhadap Pemerintah Daerah dalam penentuan pejabat Distrik Bolakme,” ungkap Hermian Tabuni mantan Kepala Kampung, kata Dansatgas.

Di sisi lain, saat kunjungannya ke wilayah Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, Dansatgas mengatakan bahwa menciptakan dan menumbuhkan keserasian sosial karena adanya keberagamaan mulai dari etnis, sub etnis, adat-istiadat, kelompok, bahasa, dan bahkan sistem kepercayaan ditambah dengan keragaman agama serta keberagaman adalah keniscayaan bagi masyarakat Indonesia yang bersifat alamiah dan merupakan sumber kekayaan bangsa Indonesia sejak nenek moyang kita dulu.

Sempat terhalang Roadblock Saat Kunjungi Distrik Bolakme, Dansatgas Yonif 751/ VJS Ingatkan Keberagaman

Secara historis tuturnya, keberagaman di Indonesia sudah ada sejak dahulu kala dan secara eksistensi keberagaman itu dikonkritkan dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

“Keunikan dalam tiap-tiap wilayah daerah khususnya Papua kita wajib mengedepankan pola interaksi sosial yang berlangsung dinamis dan karena itu pola tersebut dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi-kondisi tertentu, mulai nilai dari yang paling serasi (asimilasi) sampai pada kurang serasi (konflik),” ungkap Dansatgas.

Melihat beragam permasalahan yang ada di wilayah Papua hendaknya kita selalu mengutamakan pendekatan mediasi, komunikasi dan interaksi yang efektif. Sehingga keserasian dan keharmonisan hidup masyarakat dan TNI yang sedang melaksanakan tugas dapat terwujud dengan baik.

“Masyarakat yang tumbuh dan besar dari masyarakat harus dapat memahami kendala dan kesulitannya agar tercipta kondisi yang aman, damai juga harmonis,” tandasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel