Kodam V/Brawijaya

Serangan DBD Lebih Ganas Dari Teroris

Dibaca: 8 Oleh 29 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JOMBANG- Ganasnya serangan DBD (Demam Berdarah Dengue) di Jombang memantik keprihatinan Komando Distrik Militer (Kodim) 0814. Korps berseragam loreng tersebut lantas turun ke lapangan untuk melakukan pengasapan atau foging. Selain itu, jajaran Kodim 0814 Jombang melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) memantau jentik, membersihkan lingkungan, serta menggerakkan program 3 M.Lokasi yang dipilih adalah Dusun Sanan, Desa Puton, Kecamatan Diwek. yang merupakan salah satu kawasan yang endemik DBD, Kamis (28/1/2016).

Sebelum melakukan pengasapan, jajaran Kodim 0814 bersama warga setempat melakukan kerja bhakti. Kebun milik warga yang kotor disisir dan dibersihkan. Selanjutnya, Komandan Kodim 0814 Jombang, Letkol Arh M Fatkhurrahman, memulai pengasapan. kemudian menyisir rumah-rumah warga untuk melakukan pengasapan. Bukan hanya itu, Letkol Fatkhurrahman bersama tim jumantik (juru pemantau jentik) juga memeriksa kamar mandi warga guna memantau jentik nyamuk. “Tujuan kami melakukan kegiatan ini untuk meminimalisir serangan DBD. Kami juga menghimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan,karena DBD lebih ganas dari pada teroris Beberapa kasus memang terjadi karena keterlambatan keluarga membawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit. Karena itu disiapkan langkah evakuasi,” katanya.Secara teknis, Kodim 0814 akan mengoptimalkan keberadaan aparat TNI yang bertugas di desa atau Babinsa, untuk melakukan deteksi warga yang diduga mengidap DBD.“Data dari Babinsa akan dilaporkan ke Puskesmas setempat, kemudian petugas akan mengambil sampel darah pasien. Jika positif mengidap DBD, kami akan melakukan langkah evakuasi,” lanjutnya“,ujar Fatkhurrahman,

Kepala Desa Puton, Pardjono membenarkan jika serangan DBD di desanya mengganas. Dia merinci, bulan Januari ini saja sudah ada dua warganya yang meninggal dunia karena gigitan nyamuk. Masing-masing korban bernama Zaki (7) dan Ikhsan Baihaqi (15). Dua korban tersebut meninggal di RSUD Jombang. “Saat ini masih ada dua warga Dusun Sanan, Desa Puton yang dirawat di rumah sakit Jombang karena DBD,” pungkas Pardjono.Hadir dalam pelaksanaan Agus.S selaku Camat Diwek,Dr.Hexawan Tjahja Widada selaku kepala Puskesmas Cukir,Kapten Inf Nasrulloh Selaku Danramil Diwek,Aipda Gatot Waka Polsek Diwek dan warga masyarakat dusun Sanan.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel