Berita Satuan

Subang Panen Raya di Tengah Kemarau

Dibaca: 52 Oleh 04 Sep 2015Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Sekitar 1.500 hektare tanaman padi di areal sawah tadah hujan yang ada di wilayah Kabupaten Subang bisa diselamatkan dari ancaman kekeringan pada musim gadu tahun ini dengan sistem pemompaan. Dari luas areal tersebut,  sekitar 1.000 hektare lahan yang berada di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Kamis, tanggal 3 Septemer 2015,  mulai berlangsung panen.

Hal tersebut terungkap dalam acara Panen Raya Padi Musim Tanam 2015, sekaligus penyerahan bantuan pompa dan mesin panen pada kegiatan TNI AD mendukung ketahanan pangan (TMKP) di Desa Kiarasari.  Pada acara tersebut hadir pejabat dari Kementerian Pertanian,  Kepala Bulog Divre Jabar Alif Afandi, Bupati Subang Ojang Sohandi, Dandim O605 Yani Ari Sasongko,  pejabat Dinas Pertanian, serta kecamatan.

Kami bersyukur pada saat berbagai daerah dilanda kekeringan,  di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng,  bisa berlangsung panen raya. Luas arealnya mencapai 1.000 hektare,  padahal di sini termasuk sawah tadah hujan.  Namun,  berkat kerja keras para petani didukung TNI dengan bantuan pompa, tanaman bisa selamat hingga panen. Hasil panennya cukup bagus,  antara lima sampai tujuh ton per hektare,  kata Bupati Subang Ojang Sohandi.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan,  luas tanaman di lahan tadah hujan yang bisa diselamatkan dengan sistem pemompaan mencapai 1.500 hektare.  Kami berterima kasih kepada TNI,  melalui babinsa mereka ikut mendukung program ketahanan pangan mendampingi petani, sehingga di lahan tadah hujan Kiarasari tanaman padi bisa selamat dan saat ini dipanen,  katanya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang Endang Sutarsa mengatakan, panen raya yang dilaksanakan kali ini merupakan panen raya di musim tanam gadu.  Lahan seluas 1.000 hektare yang panen di Desa Kiarasari ini merupakan lahan nonprogram karena termasuk tadah hujan.  Namun, lewat operasi khusus menggunakan pemompaan,  bekerja sama dengan Kodim 0605, camat desa, dan berbagai pihak terkait akhirnya bisa selamat dan panen,  ujarnya.

Dijelaskannya,  luas sawah baku di Subang mencapai 84.570 hektare dengan berbagai kriteria, mulai irigasi teknis,  setengah teknis,  irigasi desa, hingga tadah hujan. Pada musim gadu menjadi tantangan karena kemarau tahun ini lebih panjang dibandingkan dengan tahun lalu.  Kalau tahun lalu pada musim kemarau kadang-kadang masih ada hujan.  Tahun ini sudah empat bulan nyaris tak ada hujan sehingga kami bersyukur sawah di sini tanamannya bisa selamat dan sekarang dipanen,  katanya.

Koordinator Tim Operasi Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di lima kabupaten termasuk Subang,  Maman Suherman yang mewakili Menteri Pertanian mengatakan,  pihaknya gembira dengan panen raya di Desa Kiarasari.  Apalagi, lahan sawah yang dipanen merupakan tadah hujan, bisa tercapai dengan dukungan sistem pemompaan.   Ini berkat  kerja keras petani dibantu berbagai pihak terkait sehingga saat daerah lain kekeringan di sini masih bisa panen.  Kontribusi Subang cukup besar terhadap swasembada pangan nasional. Pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai program untuk ketahanan pangan,  termasuk bantuan bagi petani ditingkatkan menjadi 2-3 kali lipat anggaran dibandingkan dengan tahun sebelumnya,  tuturnya.  (Sumber: HU Pikiran Rakyat)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel