Kodam IV/Diponegoro

TNI Bantu Petani Buat Media Tanam Dengan Rice Transplanter

Dibaca: 123 Oleh 06 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Dalam rangka pendampingan terhadap petani untuk mendukung Upsus tentang Swasembada Pangan dan pemanfaatan teknologi pertanian. Danramil Koramil 11/Mertoyudan Kapten Inf Suparna beserta 5 orang Babinsanya melaksanakan penyemaian bibit padi dengan media tanam menggunakan rice transplanter di Poktan Lestari Dusun Cepit Desa Bondowoso Kecamatan Mertoyudan.Rabu (6/1).
Rice Transplanter Adalah alat/ mesin untuk tanam padi yang sekarang ini sudah mulai digunakan oleh para petani. Sebenarnya mesin tanam ini sudah sejak lama ada dan sudah terlebih dahulu digunakan di India, Thailand, Taiwan dan Jepang. Penanaman padi dengan mesin tanam rice transplanter menggunakan persemaian padi yang berbeda dari yang sudah sering dilakukan para petani. Media untuk penyemaian menggunakan tempat seperti baki dengan ukuran yang disesuaikan dengan mesin transplanter.

Anggota Koramil 11/Mertoyudan mengajari Poktan Lestari tentang cara pembuatan persemaian untuk tanam menggunakan mesin tanam/ Rice Transplanter.

“Untuk langkah pertama yaitu persiapan media semai , gunakan tanah gembur yang halus / lembut untuk mendapatkannya, ayak tanah yang akan digunakan persemaian padi agar mendapatkan tanah halus dan yang kasar tersisih , lebih baik campur dengan bokashi agar perkembangan pertumbuhan dapat optimal. Selanjutnya Pilih benih yang baik dan varietas sesuai yang diinginkan. Lakukan seleksi bibit dengan cara menggunakan air garam untuk mendapatkan bibit yang berisi dan hampa atau gabuk.larutkan garam kedalam air dengan perbandingan 10 liter air dengan 1,20 kg garam,sehingga berat jenis air menjadi 1,09.atau cara mudahnya masukan telur ayam kampung ke dalam larutan air garam tadi , bila telur melayang berarti campuran air dan garam sudah sesuai untuk menyeleksi bibit padi kemudian masukan bibit padi kedalam air garam tadi , buang bibit padi yang melayang dan gunakan bibit yang tenggelam”demikian penjelasan Pelda Saimin.

“Tahab berikutnya adalah cara persemaian yaitu persemaian dengan menggunakan baki.

Setelah bibit berusia 14 hari biasanya bibit padi akan tumbuh dan siap di tanam dengan menggunakan mesin Rice Transplanter” ujar Pelda Saimin mengakhiri penjelasannya.

“Pendampingan kepada petani seperti ini akan terus kami lakukan supaya para petani segera dapat memanfaatkan alat atau peralatan pertanian bantuan dari pemerintah.habis sehingga para petani bisa terbiasa dan mahir menggunakan mesin rice transplanter”pungkas Kapten Ing Suparna Danramil 11/Mertoyudan. (Sihombing)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel