Berita Satuan

Yonif Linud 503 Jadi Yonif Para Raider 503 Mayangkara : Siap Sergap Musuh dan Bebaskan Sandera

Dibaca: 184 Oleh 14 Sep 2015Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

650 personel Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 503 Mayangkara mengikuti latihan keras di tengah hutan belantara, tepat­nya di pesisir selatan Kabupaten Malang. Selama 84 hari pasukan tempur TNI AD ini ditempa tanpa didampingi keluarga. Bertahan hidup tanpa bekal se­lama 3 hari di tengah hutan menjadi ujian berat bagi praju­rit. Latihan kali ini bertujuan untuk meningkatkan kemam­puan operasional personel. Khususnya dalam penyergapan musuh dan penyelematan san­dera dari tangan teroris (Raider). Atas keberhasilan latihan yang berakhir siang kemarin, nama Yonif Linud 503 Mayangkara kini berganti menjadi Yonif Para Raider 503 Mayangkara.

Komandan Brigif Linud 18 Trisula Kolonel Infanteri Febriel Buyung Sikumbang, menutur­kan, materi latihan yang ber­langsung sejak tiga bulan ifu dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap pertama yakni latihan dasar dan penyampaian materi, tahap kedua aplikasi materi per­tama, dan tahap akhir yakni aplikasi materi kedua. Untuk tahap pertama, latihan ber­langsung selama kurang lebih 8 minggu berada di Sidodadi, Malang. Sedangkan dua tahap latihan tempur lainnya ber­langsung di Kompleks Taji dan Pantai Tamban, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Ka­bupaten Malang.

Tahap basis meliputi materi taktik dan teknik pertempuran. Tahap kedua di medan gunung dan hutan untuk mengaplikasi­ka materi yang sudah dipela­jari dalam tahap basis. Tahap terakhir yang juga pengaplika­sian tahap basis dilakukan di daerah rawa dan pantai, kata­nya kepada wartawan seusai upacara penutupan latihan pembentukan Pasukan Udara (Para) Raider di Pantai Tamban.

Pihaknya melanjutkan, latihan yang berlangsung selama 84 hari itu untuk meningkatkan kemampuan operasional perso­nel Yonif Linud 503 Mayangkara. lika sebelumnya hanya memi­liki spesifikasi operasional tem­pur segala medan dan cuaca, kini batalyon yang bermarkas di Mojosari Mojokerto itu memi­liki satu kemampuan khusus, yakni penyergapan musuh dan penyelematan sandera dari tangan teroris (Raider).

Sedikitnya 285 personel Bri­gade Infanteri (Brigif) 18 Trisula dilibatkan dalam latihan kali ini. Itu dilakukan sebagai bentuk pendukung dan dalam upaya latihan. Dengan berakhirnya la­tihan tersebut, maka  nama  Yonif  Linud 503  Mayangkara    kini  menjadi   Yonif   Para  Raider   503    Mayangkara.   (Sumber: HU Indo Pos)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel