Berita Satuan

170 Personel Ikut Gema Bakti Staf Latihan di Jakarta

Dibaca: 49 Oleh 15 Sep 2015September 16th, 2015Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Harjo Susmoro dan Wakil Direktur Operasi USPACOM Brigadier General William F Seymour, memimpin upacara pembukaan Gema Bakti Staf Latihan 2015 yang diikuti 170 peserta terdiri dari 96 personel TNI (Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU)  dan 70 personel USPACOM serta 4 unsur sipil, bertempat di Ballroom Hotel Grand Hyatt Jakarta, Senin,  tanggal 14 September 2015.

Gema Bhakti Staf Latihan 2015 adalah latihan bersama yang diselenggarakan oleh Kepala Staf Gabungan dan Staf Latihan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan tentara Amerika Serikat Pacific Command (USPACOM), berlangsung selama 10 hari mulai tanggal 14 – 23 September di Hotel Grand Hyatt Jakarta Indonesia.

 Waasops Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Harjo Susmoro dalam sambutannya menyampaikan antara lain bahwa, Indonesia dan Amerika Serikat telah lama menjalin hubungan baik dan bermanfaat, kerjasama ini telah lama terbentuk dan merupakan fondasi yang kuat untuk pelaksanaan Gema Bakti Staf Latihan 2015.  Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara unsur-unsur TNI dan USPACOM tentang penanggulangan bencana, bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang kerjasama sipil dengan militer dan militer dengan militer pada operasi bantuan bencana,  ujarnya.

Lebih lanjut Waasops Panglima TNI mengatakan, Gema Bakti Staf Latihan 2015 bisa menjadi forum untuk membangun kepercayaan, berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam nilai-nilai dari prosedur masing-masing negara  Untuk peserta Staf Latihan Gema Bhakti 2015, akan memiliki diskusi yang produktif karena ini adalah forum yang tepat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan pelajaran, serta menempa kepercayaan guna koordinasi yang lebih baik untuk mencapai misi yang diharapkan.

Sementara itu Wakil Direktur Operasi USPACOM Brigadier General William F. Seymour mengatakan, Gema Bhakti Staf Latihan 2015 merupakan pelatihan gabungan dari beberapa organisasi yang berbeda, dimana militer dan sipil akan bekerja bersama-sama dalam bidang kemanusiaan untuk merencanakan skenario tanggap darurat bencana yang bisa terjadi kapan saja,  seperti gunung berapi,  gempa bumi dan bencana alam lainnya Pelatihan dan perencanaan jika dilakukan dengan benar, akan meningkatkan kemampuan kita untuk menanggapi bencana ini dan akan menyelamatkan banyak nyawa,  tuturnya.

Latihan Gema Bhakti ini dilaksanakan ketiga kalinya, yang pertama dilaksanakan di Divisi I Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) Cilodong dari 10-21 Juni 2013, dan latihan yang kedua dilaksanakan di Sentul Bogor Indonesia dari 23-27 Juni 2014. Materi latihan meliputi Urban Search and Rescue, Hurnanitarian Operations & Civil Military Coodinations, Rule of Engagement, dan Combined Task Forve & Mutti National Coordination Center.

Adapun tujuan latihan Gema Bhakti 2015  ini  untuk meningkatkan koordinasi kemampuan militer Indonesia dengan Amerika Serikat serta unsur pemerintah termasuk organisasi non pemerintah lainnya, mengatur dan mengintegrasikan pemberian dukungan militer bagi negara yang terkena dampak bencana ke dalam MNCC  (Multi-National Coordination Center), meningkatkan pengembangan profesional melalui perencanaan operasional HADR (Hurnanitarian Assistance / Disaster Releif atau Bantuan Kemanusiaan Penggulangan Bencana)  bilateral sesuai dengan metode penanggulangan bencana internasional.

Sedangkan sasaran latihan adalah  Pertama, membangun kemampuan militer Indonesia dan Amerika Serikat menghadapi tantangan melalui misi tanggap kemanusiaan dan penanggulangan bencana dengan penyempurnaan interropabilitas dan respon latihan bersama.  Kedua, meningkatkan perencanaan operasional secara bersama untuk memberikan dukungan militer yang efektif dikawasan regional guna melindungi kepentingan umum.  Ketiga, meningkatkan koordinasi peran militer dan mendukung badan pemerintah serta organisasi non pemerintah lainnya.  Keempat, meningkatkan kemampuan dalam peran pendukung untuk mengatasi insiden kejahatan Transnasional, Terorisme,  Hurnanitarian  Assistance Disaster Releif dan Keamanan Maritim.  (Sumber: HU Pelit)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel