TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Dialog Interaktif Bersama Pasubkor Kowad Rem 081/DSJ

By 16 Jan 2015 17:48Kodam V/Brawijaya
7. Kapenrem 081 Mayor Inf Budi Yuwono, Lettu Cba (K) Dyah Nilasari dan Sertu (K) Ratna saat foto bersama dengan Tim pemandu dari LPPL Radio Suara Madiun

Madiun, Lettu Cba (K) Dyah Nilasari mewakili Komandan Korem 081/DSJ melaksanakan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung melalui Pro 93 FM Radio Suara Madiun, bertempat di Ruang studio On Air Radio Suara Madiun Jl. Basuki Rahmad No. 4 Madiun. Dengan mengetengahkan Materi Hari Korps Wanita Angkatan Darat. Kamis pukul 15.30 s.d 16.00 WIB. (15/1).

Lettu Cba (K) Dyah Nilasari Selaku Pasubkor Kowad Rem 081/DSJ, menjelaskan bahwa Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) itu juga ada sejarahnya, yang mana sejarah pembentukan Kowad diilhami oleh hasil perjuangan para pahlawan wanita yang menjadi bukti adanya keikutsertaan kaum wanita dalam bidang pertahanan seperti Laksamana Mala Hayati, Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, dan lain-lain. Tonggak awal bagi sejarah perjuangan wanita dipelopori oleh R.A. Kartini.

Dari sejarah perang kemerdekaan kita ketahui bahwa peranan wanita Indonesia pada masa perjuangan melawan Belanda cukup besar, mereka tidak mau ketinggalan, ikut berperan aktif berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia baik di garis depan maupun garis belakang dengan mengorganisir diri dalam kelaskaran wanita. Atas pertimbangan tersebut pemerintah berkeyakinan bahwa dalam angkatan perang disamping menggunakan tenaga pria, ada bagian-bagian tertentu yang lebih tepat menggunakan tenaga wanita.

Gagasan pembentukan Wanita Angkatan Darat diprakarsai oleh Kolonel Dr. Soemarno selaku Asisten-3 Personil Pangad yaitu dengan memperkenalkan gagasan tersebut kepada Musyawarah Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada tanggal 29  29 September 1959, para tokoh wanita sangant setuju dengan gagasan tersebut, utamanya untuk bidang pekerjaan yang memerlukan keahlian dan kemahiran khusus serta tugas bukan tempur yang sesuai dengan kodrat dan sifat kewanitaannya yakni penugasan yang membutuhkan ketelitian , ketekunan, dan kesabaran. Gagasan untuk menggunakan tenaga wanita wanita dalam organisasi Angkatan Darat ternyata disetujui oleh oleh pimpinan Angkatan Darat yaitu Letjen A.H. Nasution.

Untuk merealisasi rencana tersebut dibentuklah panitia penasehat pembentukan Kowad berdasarkan Surat Keputusan Menpangad Nomor Kpts/381/3/1960 tanggal 23 Maret 1960. Ketua Ibu Rahayu Paramita Abdul Rahman dibantu oleh ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita seperti KOWANI, PMI, Persit, dan lain-lain kemudian mulai tanggal 1 Februari 1960 diperbantukan 5 (lima) orang tenaga sipil dari beberapa Departemen sebagai tenaga inti KOWAD yaitu tenaga pemikir dan perencana sekaligus pelaksana yang langsung menangani yakni Ibu D. Bunakim dari Dep. PDK bagian Pendidikan Masyarakat, Ibu Eni Karim dari Dep. Sosial, Ibu R. Tambunan dari Dep PDK bagian Kewanitaan, Ibu Otti Adam dari Direktorat Kesehatan, dan Ibu Mulyati dari Dep Hankam, untuk melengkapi pengetahuan kemiliteran mereka mengikuti kursus kemiliteran kemudian diangkat menjadi Kapten Tituler.

Selanjutnya tenaga inti Kowad mengajukan konsep lahirnya Kowad kepada pimpinan Angkatan Darat yang disahkan dengan Surat Keputusan Men/Pangad Nomor Kpts-1056/12/1960 tanggal 21 Desember 1960 dan Kpts-1047/8/1962 tanggal 8 Agustus 1962 dan ditetapkan tanggal 22 desember 1961 sebagai tanggal lahirnya Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD).

Mabes AD membentuk Markas Kowad dengan Komandan yang pertama Kolonel Inf Kun Kamdani dan untuk pengendalian kekuatan Kowad dikeluarkan Keputusan Men/Pangad Nomor Kpts-1453/11/1963 tanggal 26 Nopember 1963 bahwa Kowad yang akan dibentuk tidak lebih dari 1 % kekuatan seluruh TNI AD. Pada tanggal 23 April 1966 Markas Kowad diubah menjadi Pusat KOWAD (Puskowad).

Lebih lanjut Pasubkor Kowad Rem 081/DSJ juga menyampaikan Tugas dan Fungsi Kowad antara lain

–           Tugas Pokok Kowad           : Bersama-sama dengan cabang-cabang lain dalam TNI AD ikut serta dalam pertahanan negara dengan mempergunakan keahlian dan keterampilan untuk tugas-tugas tertentu. Tugas tersebut bersifat Non tempur yang sesuai dengan kodrat dan sifat kewanitaan setaraf dengan emansipasi wanita Indonesia sehingga tercipta efisiensi yang sebesar-besarnya dalam organisasi TNI AD. (Bidang Kesehatan, Hukum, Pendidikan, dll)

–           Tugas-tugas lain Kowad    :

–           ikut serta melaksanakan tugas TNI matra Darat bidang pertahanan dalam Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP)

–           ikut serta melaksanakan tugas TNI matra Darat dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan Matra Darat

–           ikut serta melaksanakan tugas TNI dalam pemberdayaan wilayah di darat

–           ikut serta dalam pemeliharaan perdamaian baik dalam maupun luar negeri.

–           Fungsi Kowad.

            –           pengurusan administrasi di tempat penugasannya;

            –           sebagai atlet dalam berbagai macam cabang olahraga dan menembak;

            –           sebagai tenaga pendukung atau ADC pejabat di lingkungan TNI AD;

      –     pengamanan VVIP dan VIP;

                 –      mendukung tugas satgas luar negeri (Lebanon dan Kongo); dan

                 –      terlibat dalam kegiatan protokoler, sebagai MC/pembawa acara,terima tamu

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informamatika Madiun Heri Suwartono, S.Sos, MSi. menyampaikan bahwa sebagai penyiaran publik mempunyai fungsi memberikan informasi sehingga LPPL Radio Suara Madiun mengangkat dialog seperti ini agar dapat meningkatkan disiplin dan kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan melalui penyampaian aspirasi dalam program acara siaran di LPPL Radio Suara Madiun. LPPL Radio Suara Madiun akan terus menyuarakan perdamaian, toleransi, saling menghormati antar suku, agama, ras, antar golongan sehingga terciptanya kerukunan serta saling menghormati.

Dalam dialog interakti antusias masyarakat cukup baik terbukti banyak masyarakat yang bertanya langsung melalui telepon diantaranya Bapak Bambang dari Kanigoro Selo Madiun  menanyakan apakah keponakan saya yang pakai kaca mata bisa diterima menjadi Kowad dan Sdri. Wulandari dari manisrejo Kota Madiun menanyakan cara belajar dan konsultasi pisyko sebelum tes dimana dan bagaimana caranya. Selanjutnya Lettu (K) Cba Diah menjelaskan bahwa untuk masuk menjadi anggota TNI termasuk Kowad salah satu persyaratan adalah tidak pakai kacamata dengan demikian keponakan bapak tidak bisa mengikuti seleksi menjadi anggota TNI/Kowad, sedangkan untuk Sdri. Wulandari tes pisyko itu bisa dipelajari namun belum tentu Sdri. Wulandari bisa ditrima menjadi TNI/Kowad sedangkan untuk konsultasi Sdri. Wulandari  bisa datang langsung ke Korem 081/DSJ atau Ajenrem 081 nanti Sdri. Wulan akan diarahkan sesuai dengan hasil tes psy yang muncul sesuai dengan bakat dan kemampuan yang Sdri. Wulandari miliki. (LS).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Dialog Interaktif Bersama Pasubkor Kowad Rem 081/DSJ