Kodam II/Sriwijaya

Apel Bersama Fkppi Dan Ppm Jajaran Kodam Ii/Sriwijaya Ta 2015

Dibaca: 46 Oleh 19 Sep 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat
   Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Purwadi Mukson  sebagai Irup apel bersama FKPPI dan PPM Sesumbagsel TA 2015 dihadiri 1800 orang di gedung wisma atlit Jaka Baring Palembang (Jum’at 18/9/2015).
   Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Purwadi Mukson dalam amanatnya   mengatakan bangsa Indonesia di kenal oleh masyarakat Internasional sebagai bangsa yang ramah, bangsa yang memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi, bangsa yang memiliki toleransi dalam kehidupan beragama dan memiliki reputasi tinggi dalam ikut mewujudkan perdamaian dunia. Namun pada saat ini reputasi itu sedang di pertaruhkan, karena kebhinnekaan yang kita miliki sering diekploitasi oleh mereka yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan tertentu. Perbedaan yang ada seringkali di benturkan antar sesamanya yang kemudian melahirkan berbagai konflik dan tindak kekerasan. Sementara itu aksi provokasi juga demikian intens dilakukan oleh kelompok kepentingan yang menginginkan negara Kesatuan Republik Indonesia ini hancur.
   Disisi lain disadari atau tidak bangsa Indonesia juga sedang menghadapi apa yang di sebut dengan Proxy War (Perang Proxy) yaitu sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti, untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi resiko pada kehancuran fatal. Biasanya pihak ketiga  yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang juga bisa non-state actors, seperti LSM, Ormas, kelompok masyarakat, atau perorangan. Perang Proxy  ini, tidak bisa di lihat siapa lawan atau kawan, karena musuh mengendalikan non-state actor, tapi dikendalikan oleh state.
   Dalam forum tersebut Stefie Ariyani Smc menyampaikan paham komunisme akan tetap menjadi bahaya laten dan musuh bangsa Indonesia. Untuk itu kita harus mengantisipasi dan mewaspadai  berbagai kemungkinan  bangkitnya kembali komunisme gaya baru di Indonesia yang dilakukan oleh kelompok tertentu, dengan memfitnah dan memutarbalikan fakta sejarah, melalui berbagai cara dan strategi. Menjadi tugas kita bersama untuk membangun ketahanan dan ketangguhan segenap warga masyarakat sampai kepelosok-pelosok desa terpencil, agar tidak mudah terprovokasi.
   Setelah kegiatan tersebut dilanjutkan dengan shalat Jum’at di lapangan parkir wisma atlit Jaka Baring dan di akhiri dengan shalat istiqo’  agar segera turun hujan.
   Hadir pada kegiatan ini Danrem 044/GApo Kolonel Inf Tri Winarno, Danrem 0402/Gapu, Danrem 043/Gatam para Asisten Kasdam II/Sriwijaya, Ketua organisasi FKPPI, PPM  dan peserta lainnya. (Penrem 044/Gapo)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel