Berita Satuan

Babinsa Inovatif, Modal 30 Juta Rupiah Sulap Kebun Karet Jadi Wisata Alam

Dibaca: 45 Oleh 05 Apr 2020Tidak ada komentar
Babinsa Inovatif, Modal 30 Juta Rupiah B Kebun Karet Jadi Wisata Alam
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA – tniad.mil.id – Dengan bermodalkan 30 juta rupiah dari dana pribadinya, Babinsa Koramil 1012-10/Kota, Sertu Randa Hartano membuat inovasi menarik dengan menyulap lahan kebun karet miliknya menjadi obyek wisata Tirta Alam yang berada di Desa Sababilah, Barito Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kapendam XII/Tpr Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (4/4/2020).

Dijelaskan Kapendam, dengan memanfaatkan lahan seluas 3.410 Meter persegi milik sendiri, Sertu Randa Hartano menyulap kebun karet menjadi obyek wisata alam yang dinikmati oleh warga sekitar maupun warga dari luar wilayahnya.

“Wisata Alam Tirta ini dibangun oleh Sertu Randa Hartano sejak bulan Maret 2019 lalu. Dengan uang hasil tabungannya selama ini, dia membuat obyek wisata Alam Tirta, ” ujar Kapendam.

Lebih lanjut dikatakan, dengan total dana yang dikeluarkannya untuk membuat obyek wisata alam sekitar 30 juta rupiah, kini masyarakat Barito Selatan dan sekitarnya dapat berwisata dengan mudah dan murah.

Pada kesempatan terpisah, Sertu Randa Hartano menjelaskan, tempat wisata tersebut dikerjakan sendiri selama 8 bulan dengan pekerjaan pembersihan area kebun, pembersihan dan pelebaran alur sungai dari 1,5 meter menjadi 7 meter sepanjang 60 meter secara manual dan pembuatan sarana lainnya.

“Saya membuat obyek wisata ini bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di Barito Selatan agar warga di sini dapat menikmati wisata alam yang ramah lingkungan dan murah,” jelasnya.

Suami dari Sri Wahyuni ini juga menjelaskan, beberapa sarana yang dapat dinikmati oleh pengunjung, diantaranya pemandangan alam dan sungai alami untuk pemandian. Selain itu juga terdapat gazebo dan panggung hiburan, kamar mandi dan kamar ganti. Juga ada tempat duduk dari potongan kayu glondongan yang bisa menjadi tempat pengunjung beristirahat sembari menikmati indahnya pemandangan.

“Sebelum merebaknya virus corona, Alam Tirta selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan terlebih saat musim liburan, namun dengan adanya himbauan pemerintah, kami harus mematuhi untuk tutup sementara agar terhindar dari penyebaran Covid 19 ini,” tuturnya.

Untuk mengelola obyek wisata alam ini, dirinya setiap hari dibantu oleh istrinya.

“Saya mengelola obyek wisata ini dibantu istri saya, sepulang berdinas atau dikala saat libur dinas, kami terus mempercantik dan membersihkan tempat ini agar pengunjung merasa nyaman, ” tambahnya.

Dengan adanya obyek wisata alam tersebut, selain memudahkan masyarakat sekitar maupun dari luar Desa Sababilah untuk berekreasi, juga mampu meningkatkan taraf perekonomian warga sekitar dengan berjualan aneka jenis makanan untuk pengunjung.

Begitu juga dari Dinas Pariwisata Kabupaten Barito Selatan sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Sertu Randa Hartano.

Babinsa Inovatif, Modal 30 Juta Rupiah B Kebun Karet Jadi Wisata Alam

“Mengenai perizinan obyek wisata, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Barito Selatan sangat kooperatif dan sangat mendukung. Kami tidak mengalami kesulitan dalam pengurusan izin tempat wisata, bahkan dinas pariwisata sangat mendukung,” terangnya.

“Ke depannya saya harap obyek wisata Alam Tirta ini semakin berkembang dan banyak didatangi wisatawan. Sehingga makin banyak orang yang mengenal daerah ini,” harapnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel