Berita Satuan

Bulog Gandeng TNI Kawal Pangan

Dibaca: 54 Oleh 02 Sep 2015Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Bulog Subdivre IV Banyumas Jawa Tengah mengandeng TNI untuk mengawal pengadaan pangan dan mengoptimalkan penyerapan gabah pada musim panen gadu yang merupakan panen terakhir tahun ini. Kerja sama pengadaan pangan yang melibatkan anggota koramil hingga babinsa di empat Komando Distrik Militer di wilayah eks Karesidenan Banyumas, yaitu Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara, mampu mengerem larinya gabah ke luar daerah.

Hasilnya sangat efektif. Kita harapkan penyerapan gabah atau beras tahun ini bisa tercapai,  ujar Kepala Bulog Subdivre IV Banyumas, Setio Wastono, Selasa tanggal 1 September 2015. Diakui, selama ini subdivre kesulitan dalam memaksimalkan program penyerapan pangan karena keterbatasan jumlah personel. Bulog kalah bersaing dengan tengkulak, khususnya dari luar daerah seperti dari Jawa Barat yang sangat agresif.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menjalin MOU atau kesepahaman dengan keempat Kodim, terdiri atas Kodim 0701 Banyumas, Kodim 0702 Purbalingga, Kodim 0703 Cilacapdan Kodim 0704 Banjarnegara. Kerja sama tersebut efektif mulai pertengahan Agustus, saat panen gadu.

Tugas Kodim mengerahkan anggota koramil melalui Babinsa membantu untuk mencarikan gabah atau beras yang akan dijual petani. Sekaligus sosialisasi mengenai pengolahan pascapanen agar petani siap untuk menjual dalam bentuk gabah kering giling.

Babinsa hanya menunjukkan lokasi beras dan gabah milik petani atau pedagang yang akan dijual. Sementara transaksinya langsung dilakukan oleh Unit PengolahanGabah dan Beras (UPGB) dari Bulog Subdivre,  kata Setio. Dengan demikian, tutur dia, bukan anggota TNI yang melakukan pembelian gabah atau beras tetapi mereka hanya menunjukkan lokasi petani yang akan menjual gabah atau beras.

Humas Bulog Subdivre IV Banyumas, Priyono, yang mendampingi Setio Wastono, mengakui, MOU antara Bulog dan TNI sangat efektif untuk melakukan penyerapan beras atau gabah. Babinsa sebagai ujung tombak pertahanan di tingkat desa juga mampu mengerem gabah atau beras lari ke luar daerah.

Diakui, dengan pola kerja sama itu hasilnya optimal. Bulog juga akan membeli gabah dalam jumlah berapa pun. Penyerapan beras dan gabah sudah bisa mencapai 400 ton hingga 500 ton per hari. Sebelumnya, penyerapan hanya bisa dilakukan 100 ton-200 ton per hari. Dengan pola kerja sama ini, kita optimis mampu memenuhi target pengadaan sebanyak 80.000 ton pada tahun 2015, ujar Priyono.

Terpisah, Komandan Kodim 0702 Banyumas Erwin Ekagita Yuwdno, didampingi Kepala Staf Kodimnya, Amir Maruf, mengatakan, pihaknya telah memerintahkan aparatnya di tingkat koramil yang ada di kecamatan-kecamatan, untuk membantu mencarikan gabah atau beras yang akan dijual petani atau pedagang. TNI membantu pemerintah meningkatkan ketahanan pangan nasional.  Mereka, anggota koramil mencari gabah atau beras hingga ke penggilingan atau sawah-sawah yang baru di panen. Jadi masyarakat jangan heran jika ada TNI ada di sawah.  Mereka sedang menjalankan tugas membantu Bulog mencari beras atau gabah, katanya. (Sumber: HU Pikiran Rakyat)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel