Akademi Militer

Ceramah Kejuangan Dalam Rangka Hari Bhakti Taruna Akademi Militer

Dibaca: 149 Oleh 25 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Akmil – Mayor Jenderal TNI Hartomo Gubernur Akmil mengucapkan, “Selamat datang” di Lembah Tidar kepada Jenderal TNI (Purn) H. Djoko Santoso sekaligus mengucapkan “Terima kasih” yang tulus atas kesediaannya meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukannya untuk dapat memberikan ceramah Kejuangan dalam Rangka Hari Bhakti Taruna kepada para Taruna / Taruni Akademi Militer. Minggu (24/01).

Bertempat di Gedung Moch Lily Rohly acara ceramah kejuangan dengan Tema ” Kepemimpinan Dan Patriotisme Dalam Pertahanan Nasional “, diikuti sebanyak 679 orang Taruna, yang terdiri dari Taruna tingkat IV (Sermatutar) sebanyak 220 orang, Taruna tingkat III (Serma-datar) sebanyak 229 orang (16 orang Taruni), Taruna tingkat II (Sertar )sebanyak 230 orang (12 orang Taruni) dan Siswa Dikmapa PK TNI Matra Darat sebanyak 79 orang. Mahasiswa dari Universitas Tidar Magelang sebanyak 10 orang, Universitas Muhammadiyah Magelang sebanyak 10 orang, Siswa SMA Taruna Nusantara sebanyak 10 orang, anggota FKPPI sebanyak 10 orang dan anggota Purnawira Paskibraka Indonesia sebanyak 10 orang. Disamping itu turut hadir pula, para mantan Taruna/Kadet Militaire Academie dan Sekolah-sekolah Perwira Militer serta Ketua Yayasan 25 Januari 1946 beserta Pengurus, Wakil Gubernur Akademi Militer, Para Pejabat Distribusi Akademi Militer, Para Perwira Pengasuh dan Tamu Undangan.

Mengingat pentingnya ceramah ini dalam menanamkan nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan serta keprajuritan dalam membentuk dan meningkatkan jati diri para Taruna/Taruni sebagai tentara pejuang, tentara rakyat dan tentara profesional, maka saya minta kepada kalian semua untuk mengikuti ceramah ini dengan sungguh-sungguh dan tanyakanlah hal-hal yang belum dimengerti, apabila diberikan kesempatan untuk bertanya. Tegas Gubernur Akmil dalam sambutan pengantarnya.

Fokus utama dari ceramah Jenderal TNI (Purn) H. Djoko Santoso bahwa sifat pemimpin adalah ” Pribadi yang berkorban, Orang yang menderita, Harus sudah selesai dengan dirinya “. Penerapan kepemimpinan lapangan yaitu selalu dekat dengan anak buah, mengatasi masalah sedini mungkin, menegakkan aturan secara tegas dan konsisten, memiliki kompetensi yang memadai serta dapat menjadi suri tauladan.

Di akhir ceramahnya Jenderal TNI (Purn) H. Djoko Santoso berkesimpulan bahwa, “Peran seorang pemimpin harus tahu kapan bertindak sebagai komandan, guru, bapak dan teman. Kepemimpinan dalam TNI harus dijiwai oleh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Para komandan harus selalu berupaya menjaga etika moral, agar bawahannya benar-benar dapat memahami dan menghayati maksud dan isi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. imbuhnya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel