Kodam VI/Mulawarman

Dandim 1006/Mtp Mengikuti Festival Baayun se Kalsel

Dibaca: 60 Oleh 11 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Banjarbaru, (11/01)   Dandim 1006/Mtp Letkol Inf Ade Eka Putra, S.I.P, mengikuti Festival Ba Ayun se Kalsel yang dirangkai dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bertempat di Batu Ampar Kel. Cempaka Kec. Cempaka Kota Banjarbaru Kalsel Minggu 10 Januari 2016.

Kegiatan diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Al Fatih Wal Imdad bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Pejabat Walikota yang diwakili Kadisporpora, Dandim 1006/Mtp, Kapolres Banjarbaru, Kepala Kemenag Kota Banjarbaru, Camat Cempaka, SKPD Kota Banjarbaru, Lurah Cempka, Habib Alibasyim, Toga dan Tomas.

Baayun Mulud adalah kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair maulid. Baayun mulud dilaksanakn untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Robiul Awal.

Tradisi tersebut dilaksanakan oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Kata Baayun artinya ayunan atau buaian, sedangkan kata mulud berasal dari bahasa Arab yang artinya ungkapan masyarakat Arab untuk kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, Baayun Mulud artinya kegiatan mengayun anak (bayi) sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tujuan tradisi ini adalah anak-anak jika sudah besar nanti mengikuti ketauladanan Nabi Muhammad SAW dan berbakti kepada kedua orang tua.

Festival  ini diikuti sebanyak + 200 peserta se Kalsel dan berhasil keluar sebagai pemenang I dari Kel. Sungai Ulin, pemenang ke II dan III dari Desa Imban Kec. Bati-bati Kab. Tanah Laut.

Tradisi ini dilakukan di mesjid. Peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan dalam Baayun Mulud adalah ayunan yang dibuat dari kain sarung wanita atau (tapih bahalai) yang pada ujungnya diikat dengan tali/pengait.

Kain ayunan terdiri dari tiga lapis. Lapisan paling atas adalah kain sarigading atau sasirangan (kain tenun khas Banjar). Ayunan dihias dengan janur pohon nipah atau pohon enau dan pohon kelapa, buah pisang, kue cucur, kue cincin, ketupat denga segala bentuk, dan hisan lainnya.Baayun mulud memiliki syarat upacara yang disebut piduduk. Piduduk terdiri dari 3,5 liter beras, 1 gula merah, garam untuk anak laki-laki dan sedikit garam ditambah minyak goreng untuk anak perempuan. (Kodim 1006/Mtp)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel