Berita Satuan

Diserang 100 Warga, Staf dan Aset UN Berhasil Diselamatkan Satgas Indo RDB MONUSCO

Dibaca: 31 Oleh 31 Jan 2020Tidak ada komentar
Diserang 100 Warga, Staf dan Aset UN Berhasil Diselamatkan Satgas Indo RDB MONUSCO
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Atas instruksi Dansektor Selatan MONUSCO, Brigjen Khasif Abdullah, Satgas Info RDB XXXIX-B MONUSCO berhasil menyelamatkan Staf dan aset United Nation (UN) di kantor World Food Program (WFP)/FOOF AND Agricultural Organization (FAO) yang diserang 100 orang warga di wilayah Nyunzu, Kongo.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Indo RDB XXXIX-B Monusco, Kolonel Inf Daniel Lumbanraja, dalam rilis tertulisnya di Republik Demokratik Kongo, Jumat (31/1/2020).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan penyelamatan Staf dan aset UN yang langsung dipimpinnya itu turut didampingi Perwira Staf Satgas pada Kamis (30/1/2020).

“Penyelamatan ini merupakan instruksi langsung dari Komandan Sektor Selatan Monusco (Brigjen Khasif Abdullah) kepada Dansatgas Indo RDB sebagai pemimpin yang bertanggung jawab dalam hal pengamanan Area of Responsibility (AoR),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, menjaga stabilitas keamanan di AoR Indo RDB dan mengamankan Staf dan aset UN serta melindungi warga sipil ini sangat penting dilakukan.

“Seperti yang terjadi pada (27/1/2020) lalu, telah terjadi penyerangan yang dilakukan sekitar 100 warga ke Kantor World Food Program (WFP) / Food and Agricultural Organisation (FAO) yang berlokasi di Nyunzu (+ 127 KM W Kalemie) Provinsi Tanganyika,” jelasnya.

Baca juga:  Kodam Jaya Selenggarakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT OKI 2016

Pada saat itu urai Dansatgas, ratusan orang tersebut ingin membunuh salah seorang anggota Staf WFP yang termasuk dalam Komunitas Suku Twa, sekaligus juga ditengarai adanya indikasi untuk melakukan perusakan dan penjarahan di Kantor WFP/FAO yang merupakan aset UN.

“Dengan adanya kejadian tersebut, Head of Office (HoO), Mr. Jacob juga meninjau langsung situasi dan kondisi terakhir ke tempat kejadian dalam selang waktu yang berbeda,” sambungnya lagi.

Dijelaskan Daniel Lumbanraja, kejadian ini bermula dari informasi warga setempat bahwa insiden tersebut merupakan tindakan balasan atas terbunuhnya Kepala Desa Bantu Mokimbo (45 KM dari Nyunzu) oleh Komunitas Suku Twa.

“Namun demikian semenjak kedatangan personel Satgas ke lokasi kejadian, kondisi di wilayah Nyunzu berangsur-angsur membaik dan kondusif. Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan untuk sementara pelaksanaan rotasi personel UN Security Management System (SMS) yang berada di Nyunzu ditangguhkan hingga keadaan aman,” tandasnya.

Selain itu, untuk menekan dampak kerawanan keamanan kontak senjata antar suku, Satgas juga menggelar pertemuan bersama dengan Tokoh Adat setempat guna membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.

Baca juga:  TNI Kirim Satgas Kesehatan Bantu Korban Gempa di Pidie Jaya

“Dalam pertemuan itu, kita (Satgas Indo RDB Monusco) memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat sesuai dengan mandat yang diberikan yaitu Protection of Civilian,” tuturnya.

“Upaya lain yang dilakukan Satgas adalah dengan melaksanakan kegiatan Civil Military and Coordination (Cimic) berupa medical assistance, psychology treatment, sebagai tanda kepedulian persaudaraan kepada sesama,” pungkas Daniel Lumbanraja. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel