Berita Satuan

Ekspedisi Koridor Papua Barat Dilepas

Dibaca: 39 Oleh 29 Jan 2016Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Sebanyak 586 peserta Ekspe­disi Negara Kesatuan Republik Indonesia Koridor Papua Barat 2016 diberangkatkan dari Pu­sat Pendidikan Pasukan Khu­sus, Kecamatan Batujajar, Ka­bupaten Bandung Barat, Rabu, 27 Januari 2016. Pelepasan rom­bongan tersebut dilakukan Wa­kil Kepala Staf Angkatan Darat Erwin Santri.

Dalam sambutan Kepala Staf Angkatan Darat yang dibaca­kan Erwin, rombongan ekspe­disi akan bertugas selama em­pat bulan di Papua Barat yang mencakup delapan wilayah, di antaranya Sorong, Manokwari, Bintufti, dan Kaimana. Mereka akan melintasi gunung, hutan, rawa, dan pantai untuk mela­kukan pemetaan, penelitian, dan pengabdian kepada ma­syarakat.

Ada tiga hal utama yang menjadi tujuan ekspedisi ini, yaitu penelitian, pendataan, dan pengabdian kepada masya­rakat. Ketiga aspek tersebut di­harapkan bisa bersinergi untuk membangun bangsa dan kema­nunggalan TNI dengan rakyat, ujarnya.

Ekspedisi NKRI tahun ini, lanjut dia, merupakan pelaksa­naan yang keenam kalinya. Tahun 2015, ekspedisi serupa dilakukan di wilayah Nusa Tenggara. Ekspedisi tak hanya diikuti anggota TNI, tetapi juga kepolisian, organisasi pemuda, akademisi, dan berbagai ke­lompok masyarakat.

Dipilihnya koridor Papua Ba­rat untuk ekspedisi tahun ini disebabkan wilayah tersebut memiliki kekayaan sumber da­ya alam dan keanekaragaman budaya. Selain itu, wilayah tersebut juga dipilih dengan alasan faktor keamanan.

Di Papua Barat, kami harap peserta ekspedisi bisa meme­takan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada serta menemukan solusi ter­hadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat setem­pat, katanya.

Dia menambahkan, hasil ekspedisi tersebut nantinya bi­sa dimanfaatkan untuk ber­bagai kepentingan, baik yang menyangkut ilmu pengetahuan maupun untuk mendukung pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Dia berharap agar ekspedisi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun se­belumnya,

Dari ekspedisi sebelumnya, masih banyak potensi sumber daya alam dan manusia yang belum teridentifikasi serta ba­nyak masalah yang belum ter­selesaikan. Ekspedisi kali ini di­harapkan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koor­dinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Pu­an Maharani membuka kegiat­an Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 di Pusdikpa-sus Batujajar pada 15 Januari 2016.

Dia mengungkapkan, ekspe­disi NKRI merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembangunan yang merata di seluruh  Indonesia  dan  tidak  terpusat di Pulau Jawa.   Dengan  begitu, pembangunan  bisa se­makin merata di seluruh In­donesia.(Sumber: HU Pikiran Rakyat)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel