Skip to main content
Satgas Pamtas

Gotong Royong, Satgas Yonif 512/QY Pasang Atap Jerami

Dibaca: 10 Oleh 01 Okt 2021Tidak ada komentar
Gotong Royong, Satgas Yonif 512/QY Pasang Atap Jerami
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id- Gotong royong merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia, yang akhir-akhir ini mulai banyak dilupakan, terkikis oleh budaya egoisme yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur bangsa Indonesia yang besar.

Untuk membangkitkan dan menjaga warisan budaya bangsa yang luhur tersebut, Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY mengajak masyarakat di daerah perbatasan untuk melakukan kegiatan gotong royong pemasangan atap rumah warga yang terbuat dari jerami di salah satu rumah warga di Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom Papua, Kamis (30/9/2021)

Gotong Royong, Satgas Yonif 512/QY Pasang Atap Jerami

Dalam keterangan tertulis Penerangan Satgas Yonif 512 QY, Jumat (1/10/2021), pemasangan atap jerami tersebut dilakukan di salah satu rumah warga bersama masyarakat sekeliling pos secara bergotong royong. Kegiatan tersebut selain untuk membantu masyarakat di daerah perbatasan yang serba terbatas juga sebagai sarana untuk menumbuhkan lagi semangat gotong royong.

Atap rumah dari jerami, merupakan ciri khas rumah-rumah warga di wilayah Papua, terutama di Distrik Keerom.

Gotong Royong, Satgas Yonif 512/QY Pasang Atap Jerami

Warga Kampung Banda menyambut dengan senang hati kedatangan anggota Pos Waris tersebut, dan dirasakan sangat meringankan pekerjaan warga setempat.

Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi, kegiatan gotong royong sangat dibutuhkan di daerah perbatasan, yang serba terbatas. Maka warisan leluhur yang baik ini perlu terus dijaga demi terciptanya rasa kebersamaan dalam hidup berdampingan dan rasa kepedulian antar warga.

Gotong Royong, Satgas Yonif 512/QY Pasang Atap Jerami

“Dalam kondisi saat ini, semangat gotong royong dan rasa kepedulian sangatlah penting, agar dapat meringankan hidup sehari-hari.
Dengan membiasakan hidup bergotong royong, maka banyak masalah dapat diselesaikan, ” demikian Letkol Inf Taufik Hidayat, dalam pengarahannya di tengah-tengah kegiatan tersebut.

Dansatgas juga berpesan pada penduduk yang tinggal di perbatasan untuk tetap menjaga semangat gotong royong meskipun Yonif Mekanis 512/QY nantinya harus meninggalkan Kampung Keerom dan diganti dengan satuan tugas lainnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan