Berita Satuan

Kebun Kreatif Yonif 413, Ketahanan Pangan Lawan Corona

Dibaca: 109 Oleh 21 Apr 2020Tidak ada komentar
Kebun Kreatif Yonif 413, Ketahanan Pangan Lawan Corona
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA – tniad.mil.id – Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang serba terbatas diakibatkan merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19), Yonif 413/Bremoro melakukan terobosan kreatif dengan berkebun dan beternak untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan.

Hal tersebut disampaikan Danyonif 413/Bremoro Mayor Inf Anggun Wuryanto, S.H., M.Han dalam keterangan tertulisnya di Solo, Senin (20/4/2020).

Dikatakan Anggun, terobosan yang dilakukan satuannya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga prajurit, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan warga di sekitar asrama.

“Kami memanfaatkan lahan yang ada di asrama untuk bercocok tanam dan beternak, yang kami tanam sayuran, kacang-kacangan dan bertenak ayam petelur dan ikan lele, tujuan kami selain dapat dimanfaatkan keluarga prajurit juga untuk warga sekitar asrama, “ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan upaya yang dilakukan satuannya, dapat menjaga stabilitas ketahanan pangan khususnya bagi keluarga prajurit dan warga sekitar asrama.

“Dengan adanya kebun dan ternak ini, harapan kami dapat membantu dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat sekitar, “ tuturnya.

Sementara itu Pasiter Yonif 413/Bremoro Lettu Inf Lulu Yulandra mengatakan, berkebun dan beternak sebenarnya sudah lama dilakukan anggota di satuannya, namun sebatas menanam sayuran di perkarangan rumah.

Kebun Kreatif Yonif 413, Ketahanan Pangan Lawan Corona

“Kami sebenarnya sudah mengawalinya di tiap-tiap rumah keluarga prajurit dengan menanam sayuran di pekarangan rumah, namun dengan kondisi saat ini, kami mengembangkan lebih besar lagi untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar asrama juga, “ jelasnya.

“Harapan kami, upaya yang kami lakukan ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban keluarga prajurit dan warga sekitar. Karena dengan kondisi ekonomi saat ini akibat penyebaran virus Corona, harga-harga kebutuhan pokok semakin mahal karena berkurangnya pasokan di pasar, “ pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel