Satgas Pamtas

Prajurit Yonif 642 Kapuas Bantu Guru Bagikan Rapor Siswa

Dibaca: 8 Oleh 18 Des 2020Tidak ada komentar
Prajurit Yonif 642 Kapuas Bantu Guru Bagikan Rapor Siswa
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Satgas Pamtas Yonif 642/Kps, Pos Panga membantu Guru SDN 02 Panga melaksanakan pembagian rapor kepada siswa yang diwakili oleh orang tua atau wali murid di Dusun Panga, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangannya di Pos Kotis Entikong, Jumat (18/12/20).

Diungkapkan Dansatgas, penghujung akhir tahun merupakan akhir dari semester ganjil pembelajaran bagi para siswa. Di bulan Desember ini, para siswa menerima rapor hasil dari pembelajaran yang dilakukan selama 6 bulan.

“Kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama personel Satgas dengan Guru di SDN 02 Panga. Dengan hubungan baik yang kita jalin dengan masyarakat, kita dipercaya oleh masyarakat untuk bekerja sama dalam kegiatan pembagian rapor ini sehingga turut membantu pihak sekolah yang juga sangat terbatas tenaga pendidik, ” ujar Letkol Inf Alim Mustofa.

Disamping melaksanakan tugas pengamanan perbatasan, kegiatan ini termasuk dalam pembinaan teritorial yang merupakan agenda yang tidak terpisahkan dari tugas pokok Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps.

Prajurit Yonif 642 Kapuas Bantu Guru Bagikan Rapor Siswa

“Kehadiran anggota Satgas Pamtas haruslah memberi manfaat bagi masyarakat di daerah penugasan kami, “ tutur Alim Mustofa.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN 02 Panga Katarina, S.Pd mengatakan pembagian rapor tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini diberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Harapannya tidak ada warga, khususnya murid kita yang terjangkit virus Corona,” ungkap Kepala SDN 02 Panga.

Pada pembagian rapor sementer ganjil ini, siswa tidak diperkenankan datang ke sekolah, yang datang mengambil rapor merupakan orang tua atau wali murid dengan mengikuti protokol kesehatan. Selain itu, mereka harus mengenakan masker dan mencuci tangan.

“Hanya wali murid yang dibolehkan mengambil rapor, untuk siswa tetap menunggu di rumah saja.” tutup Katarina. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel