Satgas Pamtas

Khitan 742 Warga, Bhakti Satgas Yonif 142 di NTT

Dibaca: 41 Oleh 09 Apr 2020Tidak ada komentar
Khitan 742 Warga, Bhakti Satgas Yonif 142 di NTT
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Khitanan massal secara gratis kepada 742 warga mulai dari anak-anak sampai orangtua di Kabupaten Belu, merupakan wujud Bhakti Satgas Yonif Raider 142/KJ di Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, NTT, Kamis (9/4/2020).

Lebih lanjut dikatakan Ikhsanudin, khitanan yang digelar ini sebagai wujud pengabdian sekaligus meningkatkan mutu kesehatan warga.

“Banyaknya warga yang dikhitan, karena mereka makin sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan diri,” ujarnya.

“Salah satunya melalui khitanan ini, kualitas kebersihan dan kesehatan diri pun jadi lebih terjamin,” jelas Ikhsanudin.

Ikhsanudin juga menjelaskan bahwa satuan yang dipimpinnya itu, selain fokus pada tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perbatasan, tugas teritorial juga menjadi programnya dalam mewujudkan kemanunggalan bersama rakyat perbatasan RI-RDTL.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini Rabu (7/4/2020), kami telah mengkhitan 742 orang warga perbatasan RI-RDTL,” jelasnya.

“Khitanan ini selain bermanfaat untuk kesehatan, kegiatan ini juga sangat membantu warga dari berbagai sudut padang, baik dari segi ekonomi, sosial hingga kemanusiaan,” imbuhnya lagi.

Baca juga:  41 ribu lebih Peserta ikuti Bakti Sosial Kesehatan Hari Juang TNI AD 2019

Khitan 742 Warga, Bhakti Satgas Yonif 142 di NTT

Lebih lanjut dikatakan, dengan menerjunkan delapan orang tenaga medis yang ada di Mako Satgas dan pos-pos yang ada di sepanjang garis perbatasan serta dibantu tenaga medis dari intansi terkait seperti petugas Puskesmas yang membantu saat pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan sebelumnya, membuat pelaksanaan berjalan  lebih optimal.

“Khitan ini tidak hanya dilaksanakan pada kegiatan bakti sosial kesehatan yang sering kami gelar saja, tetapi kami juga melayani warga yang ingin melaksanakan khitan secara perorangan di Klinik Satgas di Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat,” tuturnya.

“Khitanan ini penting untuk menjaga kebersihan fisik, khususnya yang berkaitan dengan kotoran air seni atau air kencing yang banyak membawa racun dan bakteri,” tandasnya.

Dirinya berharap, animo masyarakat dapat terus meningkat untuk melakukan khitan, sehingga kesehatan warga perbatasan khususnya kaum pria dapat tercapai secara maksimal.

Di tempat terpisah, Bintara Kesehatan, Serka Yudistira Adi Nugraha menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini mereka belum mendapatkan kendala yang berarti dalam melaksanakan tugas kesehatan di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Baca juga:  Kodam II/Sriwijaya Kerahkan Pasukan, Bantu Korban Tsunami Di Lampung

“Kami mengucapkan terima kasih atas animo yang tinggi dari masyarakat perbatasan untuk melaksanakan khitan yang telah mencapai 742 orang.

“Semoga ini akan meningkat terus, sehingga semua warga dapat dilayani secara merata,” ucapnya.

Dalam khitan ini terang Yudistira, tim kesehatan menggunakan metode Electric Couter atau Laser.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini semuanya dapat berjalan aman dan lancar dan tanpa kendala yang berarti,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga pun menyampaikan rasa bangganya kepada Satgas atas kepeduliannya bagi warga perbatasan.

“Khitan ini sangat membantu warga, apalagi diberikan secara cuma-cuma. Terima kasih Pak atas kepedulian dan pengabdiannya untuk kami warga perbatasan,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel