Berita Satuan

Lestarikan Bangsa, Satgas Citarum Harum Bebaskan Jabar dari Covid-19

Dibaca: 99 Oleh 14 Apr 2020Tidak ada komentar
Lestarikan Bangsa, Satgas Citarum Harum Bebaskan Jabar dari Covid-19
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id,_ Tidak saja menjaga dan melestarikan alam, penyemprotan disinfektan Satgas Citarum Harum di wilayah Jawa Barat, khususnya yang berada di sekitar aliran Sungai Citarum, juga dalam rangka melestarikan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Dansektor-6 Satgas Citarum Harum Kolonel Arh Dodo Irmanto dalam rilisnya, Bandung, Senin (13/4/2020).

Diungkapkan Dodo, secara keseluruhan Kodam III/Slw awalnya membentuk Satgas Citarum Harum dalam 22 Sektor , dimana di Sektor 1 terdapat yang bertugas untuk pembibitan.

“Sejak itu, Satgas Citarum Harum bersama masyarakat sekitar fokus untuk menjaga ekosistem di sekitar sungai fenomenal di Jabar ini,”ujar Dodo.

“Dalam setiap Sektor terdapat anggota TNI dan masyarakat, dimana masyarakat, jumlahnya sama dengan kita (TNI). Jadi seperti di Sektor-6, jumlah TNI-nya 40 orang maka otomatis masyarakatnya menjadi 40 orang,”imbuhnya.

Lestarikan Bangsa, Satgas Citarum Harum Bebaskan Jabar dari Covid-19

Namun, lanjut Dodo, dikarenakan situasi saat ini terjadi pandemi virus Corona, maka sambil menjaga lingkungan sekitar sungai Citarum supaya bersih, masing-masing sektor pun membantu pemerintah setempat dan warga sekitar dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19.

“Seperti yang dilakukan sektor-6, bersama dengan aparat maupun ormas terkait, kita menyemprotkan disinfektan di Kecamatan Baleendah, Bandung,”terang Dodo.

Dengan menggunakan kendaraan Dekontaminasi milik Yonzipur-3, lanjut Dodo, pihaknya mendisinfektan 15 titik di 27 RW yang berada di Kecamatan Baleendah.

“Ini penting, tidak saja kelestarian alam, yang paling utama adalah kelestarian bangsa itu sendiri, yaitu kita, anak cucu kita, dan generasi penerus bangsa di masa yang akan datang,”tegas Dodo.

Lalu Dodo pun sampaikan bahwa pada dasarnya untuk membuat cairan disinfektan tidaklah sulit, karena semua bahannya ada di sekitar rumah.

“Cairan (disinfektan) yang digunakan terbuat dari 35 liter NaOCl (pemutih) dan Wipol yang dicampur dengan 7.000 liter air, dan itu mudah kita temukan,”jelas lulusan Akmil tahun 1991 itu.

“Selain itu, sambil adu bako (berbincang-bincang) dengan warga, kita juga berikan sosialisasi tentang berbagai hal virus Corona. Ini penting, supaya warga tidak gopoh dan tentunya juga tetap waspada,” kata Dodo.

Lebih lanjut Dodo terangkan, Sektor 6 yang menjadi tanggung-jawabnya itu meliputi tiga kecamatan (Bojong Soang, Baleendah dan Dayeuh Kolot) yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.

“Kebetulan, Yonzipur-3 juga berada di Dayeuh Kolot, sehingga kita bisa manfaatkan kendaraan dekontaminasinya untuk membantu warga di sini. Termasuk dari Polsek dan ormas di sekitar Baleendah, serta masyarakat tentunya,”tandas Dodo.

Dari pengalamannya tersebut, Pamen TNI AD yang pernah berdinas di Ambon itu, juga menyampaikan bahwa dirinya telah memodifikasi kendaraan UNIMOG menjadi penyemprot disinfektan.

“Kita coba improvisasi, semakin banyak kendaraan penyemprot, maka waktu pun lebih efektif dan tentunya wilayah yang akan di disinfektan pun akan semakin luas,”ujar Dodo.

“Yang paling penting dari itu, agar semua pihak harus terlibat sesuai dengan kemampuan dan batasnya masing-masing,”tutup Dodo. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel