Kodam II/Sriwijaya

Lumpuh Akibat Stroke, 2 Orang Nenek di Gendong Babinsa Serda Isnan

Dibaca: 19 Oleh 08 Jun 2020Tidak ada komentar
Lumpuh Akibat Stroke, 2 Orang Nenek di Gendong Babinsa Serda Isnan
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id, – Dikarenakan sakit lumpuh akibat stroke, 2 orang nenek bernama Kabra (80) dan Napsiah (87) digendong Babinsa Koramil 409-07/LA Serda Isnan agar mereka mendapatkkan BLT di wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

Hal itu disampaikan Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan dalam rilis tertulisnya, di Palembang, Selasa (2/6/2020).

Diungkapkan Kapendam, peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di masa pandemi virus Corona atau Covid-19, dirasakan penting, baik dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah maupun dalam kegiatan bantuan sosial lainnya bagi masyarakat.

“Di antaranya, membantu warga yang kesulitan ekonomi untuk mendapatkan bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT).  Termasuk, pada hari Sabtu (30/5/2020), Serda Isnan menggendong dua orang nenek yang alami stroke, yakni Kabra dan Napsiah, agar dapat mengambil BLT,” urai Djohan.

Kedua warga lanjut usia tersebut, lanjut Djohan, merupakan warga desa setempat yang tidak dapat datang ke balai desa untuk menerima BLT dari pemerintah karena sakit.

Lumpuh Akibat Stroke, 2 Orang Nenek di Gendong Babinsa Serda Isnan

 

“Padahal hasil musyawarah desa, penerima bantuan langsung tunai tidak dapat diwakilkan oleh siapapun,” terang Djohan.

“Ini tidak saja empati tapi juga kepedulian Babinsa Koramil 409-07/LA terhadap warga binaannya. Apalagi kedua nenek ini mendapatkan BLT Tahap I, tetapi tidak bisa mengambil sendiri karena sakit,” tambahnya.

Senada dengan disampaikan Kapendam, Danramil 409-07/LA Kapten Inf Tonny Antonny, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa apapun akan dilakukan Babinsanya untuk membantu warga binaannya agar mendapatkan hak mereka, yaitu BLT.

“Melihat kondisi dua warga yang sakit ini, Babinsa kita langsung berinisiatif menggendongnya dibantu oleh warga lainnya ke Balai Desa untuk menerima BLT,” ujar Tony.

Untuk diketahui Pemerintah desa menganggarkan dana sebesar Rp 24 juta pada tahap I yang disalurkan untuk 40 kepala keluarga, serta setiap penerima bantuan akan mendapat bantuan senilai Rp 600.000. Bantuan itu untuk masyarakat yang belum menerima program bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel