Satgas Pamtas

Manfaatkan Hasil Perkebunan, Satgas Pamtas Yonif 312/KH Ajarkan Warga Membuat Peyeum

Dibaca: 37 Oleh 13 Okt 2020Tidak ada komentar
Manfaatkan Hasil Perkebunan, Satgas Pamtas Yonif 312/KH Ajarkan Warga Membuat Peyeum
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA , tniad.mil.id – Pos Ungalom Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam memperkenalkan salah satu kuliner khas Bandung “Peyeum Bandung” sekaligus mengajarkan warga cara membuatnya di Kampung Ungalom, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Dedy Ariyanto dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Senin (12/10/2020).

Dansatgas mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu pembinaan teritorial yang dilakukan oleh Satgas mengenai pemanfaatan hasil perkebunan yang dapat diolah untuk dikonsumsi sendiri maupun dipasarkan untuk menambah penghasilan keluarga.

“Selain menimbulkan efek hangat, singkong fermentasi atau peyeum ini juga mempunyai cita rasa yang khas, oleh karena itu kami ingin memperkenalkan kepada warga binaan kami yang ada di perbatasan ini sekaligus mengajarkan cara membuatnya,” kata Dansatgas.

Lebih lanjut dikatakan, potensi hasil perkebunan berupa ketela pohon atau biasa disebut singkong, dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, dan bila dipasarkan akan dapat membantu perekonomian warga.

“Tidak hanya untuk konsumsi keluarga, jika hasil olahannya banyak, dapat juga dijual dan dipasarkan bias secara keliling ataupun dijual di pasar, “ imbuhnya.

Di tempat terpisah Danpos Ungalom Serka Riyan Empep yang memimpin langsung kegiatan ini mengungkapkan Kampung Ungalom merupakan salah satu desa yang memiliki potensi hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah salah satunya singkong.

Melihat potensi tersebut maka terbersit ide untuk berbagi informasi bahwa pengolahan singkong yang lebih menarik tidak hanya direbus atau digoreng.

“Hanya berbekal ragi dan singkong, Alhamdulillah warga sangat antusias untuk mempelajari cara pembuatan Peyeum Bandung ini,” kata Riyan.

“Selain itu diharapkan hasil dari hasil pelatihan ini dapat membuat para ibu rumah tangga menjadikan singkong sebagai produk aneka makanan yang bernilai ekonomis yang tentunya dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarganya,” pungkas Riyan.(Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel