Kodam II/Sriwijaya

Pangdam II/Swj : Fkppi Dan Ppm Merupakan Darah Daging Tni

Dibaca: 79 Oleh 19 Sep 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

 

 
FKPPI dan PPM merupakan darah daging TNI. Artinya, keberadaan FKPPI dan PPM tidak dapat dipisahkan dari TNI. Karena, lahirnya FKPPI dan PPM sejatinya juga untuk melestarikan  ciri-ciri kepribadian TNI-Polri pada kepribadian pemuda, agar terbentuk mitra terdekat TNI-Polri dalam melaksanakan tugas-tugas luhur yang dipercayakan oleh bangsa dan negara.
 
Dengan demikian, apa yang dirasakan oleh FKPPI dan PPM juga dirasakan oleh TNI. Hal ini berarti, secara kekeluargaan dan emosional, TNI-Polri dan Keluarga Besarnya adalah satu kesatuan.
 
            Hal tersebut disampaikan Pangdam II/Swj Mayjen TNI Purwadi Mukson,S.I.P., dalam amanatnya ketika menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Apel Bersama Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) dan Pemuda Panca Marga (PPM) se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar Kodam II/Swj, Jum’at (18/9/2015) bertempat di Lapangan Tembak Jakabaring Palembang.
 
            Kegiatan yang diikuti 1.184 peserta yang terdiri dari para Pemuda – Pemudi FKPPI dan PPM ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan Pengurus Pusat Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/POLRI (FKPPI) Periode 2015-2020 di Jakarta Convention Center (JCC) pada (11/8/2015) lalu. Selain itu, Apel bersama ini juga merupakan sarana konsolidasi organisasi dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi diantara Keluarga Besar FKPPI dan PPM se-Sumbagsel.
 
Pangdam juga mengungkapkan bahwa sebagai kekuatan sosial, dengan basis anggota yang besar dan tersebar di seluruh pelosok nusantara, FKPPI dan PPM ada dimana-mana, tetapi tidak kemana-mana. “Artinya, FKPPI dan PPM boleh masuk dan berada dalam berbagai lini kehidupan, baik dalam kehidupan sosial maupun politik,  namun  harus  tetap  berpegang  teguh pada pilar kebangsaan kita, yaitu NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” tandas Jenderal Bintang Dua ini.
 
Untuk itu, sambung Pangdam, jadikan organisasi FKPPI dan PPM ini sebagai wahana untuk belajar berorganisasi, melatih kedisiplinan dan kepemimpinan guna menyiapkan kader-kader bangsa pilihan dalam menghadapi tantangan pembangunan bangsa yang semakin berat dan kompleks.
 
Kehadiran FKPPI dan PPM hendaknya mampu membawa angin segar yang menyejukkan bagi lingkungan di sekitarnya, dengan senantiasa berbuat yang terbaik, berani, tulus, ikhlas dan tetap semangat,” tandas Pangdam.
 
Usai apel bersama, seluruh peserta menuju Wisma Atlit mengikuti Seminar Kebangsaan tentang Komunis Gaya Baru (KGB) dengan Nara Sumber Ibu Stefie Ariyani, M.Si.
Dikatakan Ibu Stefie, paham komunisme akan tetap menjadi bahaya laten dan musuh bangsa Indonesia. Untuk itu, bangsa Indonesia harus senantiasa mengantisipasi dan mewaspadai berbagai kemungkinan bangkitnya kembali KGB di Indonesia, yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu, dengan memfitnah dan memutarbalikkan fakta sejarah, melalui berbagai cara dan strategi.
 
“Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama bersatu membangun ketahanan dan ketangguhan segenap warga masyarakat, agar tidak mudah terpengaruh provokasi, serta mampu mengeliminasi dan mengatasi setiap ancaman yang ada,” ujar Stefie.
 
Sekitar pukul 12.00 wib, acara dilanjutkan dengan Sholat Jum’at  dan Sholat Istiqoh (Sholat minta hujan) serta Do’a bersama di halaman Wisma Atlit Jakabaring, Palembang.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel