Berita Satuan

Pangdam : “Prajurit Raider harus mempunyai kemampuan khusus yang tidak dipunyai Prajurit lain”

Dibaca: 898 Oleh 17 Jun 2014Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

(Senin 16/06) “Kalian harus loyal dalam satu Komando tidak ada yang mengendalikan siapapun yang ada di satuan, sehingga satuan ini tidak terpecah belah ataupun tidak terkendali oleh siapapun karena akan selalu berbahaya bagi siapapun. Batalyon 733/Raider merupakan satuan pemukul Kodam, bukan Batalyon biasa. Kalian pantas melawan apabila pimpinan kalian berbuat tidak sepantasnya tetapi apabila selama pimpinan memerintahkan untuk kepentingan satuan, kalian harus loyal dan memantuhi perintah tersebut, hal itu merupakan sebuah komitmen yang harus dipatuhi. Pasukan Raider merupakan harus mempunyai kemampuan khusus. Hentikan pelanggaran-pelanggaran serta prilaku yang tidak sesuai norma dan aturan keprajuritan TNI. Jika melanggar akan dikenai sanksi yang tegas itu merupakan suatu konsekuensi. Hal tersebut disampaikan Pangdam didepan seluruh Perwira, Bintara dan Tamtama Batalyon 733/Raider sebelumnya mantan Aster Kasad tersebut menerima paparan Wakil Komandan Batalyon Mayor Inf. Ade Afri Verdanik tentang Satuan Yonif 733/Raider mulai dari Personil, Pangkalan dan kegiatan satuan Raider.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan dengan latihan Raider sekarang bukan sekedar latihan asal-asalan, Beliau mengharapkan latihan ini semakin lama semakin bagus dilaksanakan secara bertingkat, bertahap dan berlanjut, terapkan jiwa korsa dimana satu sakit semua sama-sama merasakan. Pesan Pangdam kepada prajurit yang sudah hidup berumah tangga apa yang menjadi tanggung jawab seorang suami kepada keluarga, jangan kamu sia-siakan dan abaikan Istri dan anak kalian, karena mereka merupakan tanggung jawab. Perlu diketahui kepada seluruh Prajurit semua bahwa TNI-AD sekarang telah melaksanakan kegiatan transformasi pertempuran, transformasi teritorial dan transformasi dukungan, kepada seluruh prajurit remaja agar rajin menabung, apabila sudah siap untuk berkeluarga sudah mempunyai bekal tabungan, tidak repot cari pinjaman, jangan biasakan berhutang karena hutang merupakan tanggung jawab yang dibawa sampai mati, harus segera dilunasi. Di akhir pengarahannya, Beliau berpesan agar kepada seluruh prajurit menjelang dilaksanakannya Pilpres 9 Juli mendatang tetap mengedepankan Netralitas TNI, tidak terlibat politik praktis baik secara langsung maupun tidak langsung. Kalau hal tersebut dilanggar, prajurit yang bersangkutan akan diberi sanksi seberat-beratnya bahkan kalau benar-benar terbukti akan dipecat.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan Pangdam untuk meninjau secara langsung Mako Yonif 733/Raider mulai dari Pangkalan, Angkutan, Dapur remaja, Barak remaja dan Asrama Batalyon dengan didampingi beberapa pejabat Kodam yaitu Irdam, Aspers, Asren, Waasintel, Waasops Waaslog, Waaster dan Waka Pendam XVI/Pattimura.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel